NEPAL – Dunia penerbangan internasional kembali berduka. Dua unit helikopter dilaporkan mengalami tabrakan di udara saat hendak mendarat di landasan bersalju kawasan Pheriche, Distrik Solukhumbu, dekat jalur pendakian Gunung Everest, Nepal, pada Selasa (3/11/2026).
Insiden maut ini memicu kepanikan massal di kalangan wisatawan dan pendaki yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kronologi dingkat, berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekaman dan laporan lapangan, insiden bermula ketika kedua helikopter berupaya melakukan pendaratan di area pendaratan bersalju.

Nahas, bilah rotor dari kedua helikopter saling berbenturan di udara. Benturan keras tersebut membuat kedua wahana udara kehilangan kendali dan jatuh menghantam tanah bersalju, menciptakan kepanikan bagi para wisatawan yang seketika berhamburan menyelamatkan diri.
Korban jiwa dan luka-luka
Akibat kecelakaan fatal ini seorang wisatawan berkebangsaan India dilaporkan tewas di tempat. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka serius, yang mencakup dua orang pilot berkewarganegaraan Nepal.
Tim penyelamat darurat setempat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban dan memberikan penanganan medis awal. Investigasi otoritas penerbangan sipil Nepal (Civil Aviation Authority of Nepal) bergerak cepat dengan menurunkan tim investigasi independen.
Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan guna menguak secara transparan faktor utama penyebab kecelakaan baik dari aspek teknis, komunikasi navigasi udara, maupun kondisi cuaca ekstrem di jalur pendakian Himalaya. (Red)














