SIKKA — Bencana gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim SAR Gabungan mencatat setidaknya 47 korban jiwa meninggal dunia serta ratusan rumah warga mengalami kerusakan parah.

Kepala kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa penanganan bencana dan pencarian korban terus dimaksimalkan di titik-titik terdampak, salah satunya di wilayah Nagekeo.
“Hingga Minggu pagi, tercatat 47 orang meninggal dunia. Data korban luka-luka, baik luka ringan maupun berat, masih dalam proses pendataan mendalam bersama pemerintah daerah dan BPBD setempat,” ujar Fathur Rahman.
Ratusan personel SAR dikerahkan dan bantuan obat obatan juga kebutuhan mendasar lainnya. Memasuki hari kedua pascagempa, fokus utama petugas adalah evakuasi dan pendataan warga yang tertimpa reruntuhan.
Sebanyak 180 personel tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis untuk mempercepat proses penanganan darurat. Selain pencarian korban, prioritas utama penanganan saat ini meliput pendataan Pemukiman untuk nemetakan tingkat kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
Menyalurkan pertolongan darurat bagi korban luka berat dan ringan di posko-posko kesehatan. Logistik dan Pengungsian: Menyiapkan tempat penampungan sementara serta kebutuhan dasar pengungsi.
Masyarakat di imbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu mengupdate informasi resmi dari pihak BNPB, BPBD, maupun BMKG mengantisipasi rentetan gempa susulan pascadiguncang gempa utama bermagnitudo 7,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih sangat aktif dan dinamis. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 06.00 WITA, BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat total 686 kali gempa susulan yang menggetarkan kawasan tersebut
Dari ratusan gempa susulan yang terjadi, 16 di antaranya memiliki intensitas magnitudo signifikan di atas 5. Mengingat frekuensi gempa susulan bermagnitudo di atas 5 masih terus terjadi, BMKG dan badan penanggulangan bencana mengimbau warga.(*)










