KUALA LUMPUR – Gelombang protes terkait isu lingkungan lintas negara mencuat di Malaysia. Perwakilan Greenpeace Malaysia bersama Himpunan Advocacy Rakyat Malaysia (HARAM) menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (4/9/26).
Massa aksi melayangkan tuntutan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera mengambil langkah konkrit dan tegas dalam menyelesaikan permasalahan kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Bawa Poster Sindiran dan Nyanyikan Lagu “Buruh Tani” Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan sejumlah poster berisi kritikan tajam terhadap penanganan karhutla. Beberapa pesan yang disuarakan di antaranya bertuliskan “Prabowo hanya bisa berkata-kata, alam terus dibakar”, “Can’t breathe”, “Api Mereka Asap Kita”, serta “Asap Jerebu Rentas Sempadan”.
Uniknya, di tengah aksi protes tersebut, para aktivis juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” lagu perjuangan yang kerap dikumandangkan oleh aktivis dan mahasiswa di Indonesia saat turun ke jalan. Suasana memanas ketika massa dengan lantang meneriakkan nyanyian
“Kami takkan penat berkumpul berdemonstrasi” di hadapan gedung perwakilan diplomatik RI. Isu kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan hangat di kawasan Asia Tenggara seiring meningkatnya titik panas (hotspot) akibat karhutla.
Kelompok aktivis menilai komitmen pemerintah Indonesia dalam memitigasi kebakaran lahan dan menindak tegas korporasi pembakar hutan masih belum menunjukkan hasil maksimal yang dirasakan negara tetangga.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah Indonesia untuk memperketat pengawasan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan, serta mempercepat langkah pemadam agar dampak polusi udara tidak semakin memburuk dan memperkeruh hubungan diplomasi di tingkat regional. (*)














