BANDAR LAMPUNG — Kondisi darurat melanda wilayah Kota Bandar Lampung sejak Sabtu (5/9) sore. Jarak pandang pengandara dilaporkan menurun drastis akibat paparan debu vulkanik yang cukup pekat, sehingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan gangguan pernapasan massal.
Merespons ancaman keselamatan tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) bergerak cepat dengan mengerahkan sedikitnya 11 unit armada penyiram dan 40 personel.

Langkah darurat ini difokuskan pada penyemprotan jalan-jalan protokol untuk meminimalisasi tebalnya debu vulkanik di area jalan raya.
Pihak Damkarmat Kota Bandar Lampung juga menerbitkan imbauan keselamatan resmi bagi seluruh lapisan masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Warga diimbau wajib menggunakan masker N95 atau masker medis yang dilapisi masker kain. Dilarang keras menggunakan lensa kontak (softlens) karena sifat partikel debu vulkanik yang sangat tajam dapat menggores kornea mata. Gunakan kacamata pelindung atau kacamata biasa.
Pengendara roda dua, wajib mengenakan helm full-face dengan kaca penutup ditutup rapat. Pengendara roda empat, disarankan menutup rapat seluruh jendela mobil dan mengatur sistem AC ke mode sirkulasi dalam (recirculation).
Warga diimbau untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, dan terus memantau arahan dari pihak berwenang. (*)










