BANDUNG — Erupsi Gunung Anak Krakatau yang hingga kini terus berlangsung memicu sebaran abu vulkanik dalam skala luas, hingga Minggu 6 September 2026.
Berdasarkan pantauan citra satelit terkini, pergerakan abu vulkanik terdeteksi mengarah ke berbagai penjuru, mulai dari tenggara, selatan, barat daya, barat, hingga barat laut.

Dampak sebaran abu tercatat telah mengjangkau sejauh Bandar Lampung hingga wilayah Bandung, Jawa Barat. Dari peta pemantauan satelit, area berpigmen cokelat mengindikasikan konsentrasi sebaran abu vulkanik yang melayang di udara, sementara area berwarna putih merupakan tutupan awan biasa.
Warga di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi kegiatan di luar gedung jika kualitas udara mulai menurun.
Pihak berwenang meminta masyarakat tetap memantau perkembangan resmi aktivitas Gunung Anak Krakatau dari lembaga terkait. (*)














