PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan. Hingga Sabtu (26/9/2026), kobaran api terus meluas dan bergerak membahayakan area permukiman warga.
Kebakaran lahan gambut di kawasan Bukit Palangka dilaporkan telah berlangsung selama hampir sepekan. Saat ini, titik api terdekat hanya berjarak sekitar 30 meter dari pemukiman penduduk.

Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kehutanan, serta BPBD Kalimantan Tengah masih terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman menghadapi kendala besar karena karakter api gambut yang merambat di bawah permukaan tanah yang kering dan dalam.
Dampak dari karhutla ini turut memperparah sebaran kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya. Kondisi udara yang memburuk mulai mengganggu aktivitas harian serta mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Berdasarkan data resmi BPBD Kota Palangka Raya per 26 September 2026, total luas lahan yang hangus terbakar telah menembus lebih dari 1.297 hektare.
Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada dan menguraikan langkah-langkah penanganan darurat guna meminimalkan risiko bencana yang semakin meluas. (**)










