JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi melantik tujuh pejabat baru guna memperkuat struktur organisasi, yang mencakup empat jabatan pimpinan tinggi pratama dan tiga jabatan administrator.
Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H. Harefa, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/11/2026).

Langkah penataan struktural ini dinilai krusial di tengah eskalasi penegakan hukum dan pemberantasan tindak pidana korupsi yang menuntut kecepatan, ketajaman, serta integritas tinggi dari para aparatur penegak hukum.
Deretan pejabat pimpinan tinggi pratama yang filantik berdasarkan keputusan resmi lembaga. Berikut adalah daftar nama pejabat yang mengemban posisi strategis di pimpinan tinggi pratama:
– Achmad Taufik Husein resmi dilantik sebagai Direktur Penyidikan, setelah sebelumnya sempat mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pada posisi krusial tersebut. Penunjukan ini diharapkan mampu mendongkrak performa penindakan dan ketajaman lidik-sidik kasus korupsi kakap.
– Arend Arthur Duma dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Antikorupsi Badan Usaha. Imam Turmudhi resmi menjabat sebagai Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III. Juned Junaidi dilantik sebagai Inspektur KPK untuk memperkuat pengawasan internal lembaga.
Pelantikan jajaran pejabat baru ini mencerminkan komitmen institusi antirasuah dalam mengoptimalkan fungsi pencegahan, koordinasi-supervisi, pengawasan internal, hingga penindakan yang tegas dan akuntabel. Publik tentu menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan definitif baru khususnya pada lini Kedeputian Penindakan agar penanganan perkara rasuah berjalan semakin progresif tanpa kompromi. (Red)










