Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Headline

Mafia Gas Total Persada Melenggang Bebas, Polres Metro Tangerang Kota ‘Tutup Mata’?”

badge-check


					Mafia Gas Total Persada Melenggang Bebas, Polres Metro Tangerang Kota ‘Tutup Mata’?” Perbesar

TANGERANG – Di saat warga berpenghasilan rendah bergantung sepenuhnya pada gas elpiji 3 kg bersubsidi, praktik nakal mafia pengoplos gas di Kota Tangerang justru semakin menjadi-jadi. Bukan sekadar masalah bisnis ilegal, tindakan ini adalah bentuk perampokan hak rakyat kecil dan ancaman keselamatan nyata di tengah pemukiman.

Sebuah armada pick-up putih yang diduga milik sindikat pengoplos terdeteksi beroperasi di wilayah Total Persada Kec. Priuk, Kota Tangerang. Keberadaan mereka menjadi alarm keras bagi warga sekitar yang selama ini sering mengeluhkan gas subsidi yang cepat habis dan harganya yang melambung di atas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Mengapa Warga Paling Dirugikan?

  • Isi Gas yang “Dicuri”: Praktik pengoplosan memindahkan isi gas dari tabung 3 kg ke tabung non-subsidi. Akibatnya, warga seringkali mendapatkan tabung gas subsidi yang isinya tidak penuh (berkurang beratnya), memaksa mereka mengeluarkan uang lebih sering untuk membeli gas.
  • Bom Waktu di Pemukiman: Proses pengoplosan dilakukan secara tradisional tanpa standar keamanan. Hal ini sangat berisiko menyebabkan ledakan hebat yang mengancam nyawa warga yang tinggal di sekitar lokasi gudang ilegal tersebut.
  • Kelangkaan Buatan: Karena gas subsidi disedot oleh para mafia, stok bagi masyarakat miskin dan pelaku UMKM di pangkalan resmi seringkali habis, memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasar gelap.

Polres Metro Tangerang Kota diminta jangan tutup mata. Meski laporan mengenai dugaan keterlibatan kelompok tertentu yang disebut-sebut berbasis di daerah Total Tangerang telah mencuat, respon dari Polres Metro Tangerang Kota masih belum terlihat nyata. Warga menuntut keberanian aparat untuk bertindak tegas, bukan sekadar melakukan razia formalitas.

“Kami membeli gas subsidi karena tidak mampu, tapi kalau isinya sudah dikurangi oleh pengoplos, kami yang paling susah. Belum lagi rasa takut kalau ada gudang ilegal yang sewaktu-waktu bisa meledak,” ungkap salah satu warga yang merasa resah.

Hingga saat ini, publik menunggu langkah konkret dari Kapolres Metro Tangerang Kota untuk segera menyisir titik-titik yang disinyalir menjadi pangkalan ilegal milik kelompok mafia gas ini. Jangan sampai kepentingan perut para mafia mengorbankan nyawa dan hak rakyat kecil. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Proyek Rp7,5 M Dindikbud Banten Tanpa Izin, Inspektorat: “Sudah Kami Kawal dan Jadi Atensi KPK”

25 September 2026 - 15:13 WIB

HEADLINE: Anggaran Hampir Rp4 Miliar Terbuang Sia-Sia? Proyek Jalan Balaraja-Ceplak Diduga Asal Jadi dan Rentan Korupsi

25 September 2026 - 11:36 WIB

Kadishub Kota Tangerang Bungkam, Dugaan Proyek Halte Fiktif Berlanjut ke Kejati Banten

23 September 2026 - 19:10 WIB

Dugaan Mark-Up Rp3,87 Miliar Proyek Taman Rakyat Ciputat Timur, KITA-PD Desak DLH Tangsel Buka Dokumen

23 September 2026 - 18:57 WIB

Tangki Galon dan Dugaan Setoran 8 Juta: Bobroknya Tata Kelola Armada Sampah DLHK Kabupaten Tangerang

23 September 2026 - 11:57 WIB

Trending on Headline