TANGERANG – Di saat warga berpenghasilan rendah bergantung sepenuhnya pada gas elpiji 3 kg bersubsidi, praktik nakal mafia pengoplos gas di Kota Tangerang justru semakin menjadi-jadi. Bukan sekadar masalah bisnis ilegal, tindakan ini adalah bentuk perampokan hak rakyat kecil dan ancaman keselamatan nyata di tengah pemukiman.
Sebuah armada pick-up putih yang diduga milik sindikat pengoplos terdeteksi beroperasi di wilayah Total Persada Kec. Priuk, Kota Tangerang. Keberadaan mereka menjadi alarm keras bagi warga sekitar yang selama ini sering mengeluhkan gas subsidi yang cepat habis dan harganya yang melambung di atas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Mengapa Warga Paling Dirugikan?
- Isi Gas yang “Dicuri”: Praktik pengoplosan memindahkan isi gas dari tabung 3 kg ke tabung non-subsidi. Akibatnya, warga seringkali mendapatkan tabung gas subsidi yang isinya tidak penuh (berkurang beratnya), memaksa mereka mengeluarkan uang lebih sering untuk membeli gas.
- Bom Waktu di Pemukiman: Proses pengoplosan dilakukan secara tradisional tanpa standar keamanan. Hal ini sangat berisiko menyebabkan ledakan hebat yang mengancam nyawa warga yang tinggal di sekitar lokasi gudang ilegal tersebut.
- Kelangkaan Buatan: Karena gas subsidi disedot oleh para mafia, stok bagi masyarakat miskin dan pelaku UMKM di pangkalan resmi seringkali habis, memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasar gelap.
Polres Metro Tangerang Kota diminta jangan tutup mata. Meski laporan mengenai dugaan keterlibatan kelompok tertentu yang disebut-sebut berbasis di daerah Total Tangerang telah mencuat, respon dari Polres Metro Tangerang Kota masih belum terlihat nyata. Warga menuntut keberanian aparat untuk bertindak tegas, bukan sekadar melakukan razia formalitas.
“Kami membeli gas subsidi karena tidak mampu, tapi kalau isinya sudah dikurangi oleh pengoplos, kami yang paling susah. Belum lagi rasa takut kalau ada gudang ilegal yang sewaktu-waktu bisa meledak,” ungkap salah satu warga yang merasa resah.
Hingga saat ini, publik menunggu langkah konkret dari Kapolres Metro Tangerang Kota untuk segera menyisir titik-titik yang disinyalir menjadi pangkalan ilegal milik kelompok mafia gas ini. Jangan sampai kepentingan perut para mafia mengorbankan nyawa dan hak rakyat kecil. (Red)














