Menu

Dark Mode
 

Headline

Bantahan Anggota Dewan Muko Muko DD/MM Justru Membuka Kedok: Publik Dituding Jadi Korban “Sandiwara” Politik Murahan


					Bantahan Anggota Dewan Muko Muko DD/MM Justru Membuka Kedok: Publik Dituding Jadi Korban “Sandiwara” Politik Murahan Perbesar

Jakarta –- Upaya ‘cuci tangan’ dan klarifikasi yang disampaikan Anggota DPRD Muko Muko berinisial DD/MM terkait rekaman percakapan kontroversial yang viral di Bengkulu justru menjadi blunder fatal. Alih-alih meredakan kegaduhan, bantahan DD/MM di sejumlah media online dinilai sebagai manuver pemutarbalikan fakta dan pembohongan publik yang sangat telanjang.

Klarifikasi DD/MM yang berdalih tidak tahu dirinya direkam dan tidak pernah memesan pemberitaan telah dibantah keras oleh Ketua Prima, Hermanius Burunaung, yang memiliki akses dan mengetahui substansi rekaman tersebut. Kontradiksi Memalukan: Terbongkar Jelas Meminta Berita, Namun Mengaku Dijebak. Menurut sumber yang kredibel, inti kontradiksi yang menampar muka publik terletak pada isi percakapan DD/MM sendiri:

Pembohongan Publik Terstruktur:

“Klarifikasi Anggota Dewan Muko Muko yang mengaku tidak tahu dirinya direkam adalah manuver politik yang ceroboh. Dalam rekaman, percakapan itu jelas-jelas menunjukkan adanya permintaan agar informasi tersebut disebarkan atau diberitakan. Mengaku dijebak setelah viral, itu namanya pembohongan publik,” tegas Ketua Prima dengan nada tinggi.(27/11/2025)

– Target Operasi Politik: Rekaman tersebut diduga tidak hanya sebatas “curhat biasa”, melainkan memuat langkah-langkah strategis dan terencana. Permintaan pemberitaan secara khusus diarahkan untuk menargetkan oknum polisi tertentu di Bengkulu.

– Mencari ‘Bekingan’ dari Pejabat Tinggi: Yang lebih parah, percakapan itu bahkan menyinggung upaya mencari ‘bekingan’ atau dukungan dari Wakil Kepala Polda (Waka Polda). Hal ini mengindikasikan bahwa isu ini adalah upaya sistematis dan terstruktur dari seorang wakil rakyat.

]Sorotan Tajam: Media Penerbit Klarifikasi Dianggap Fasilitator Aksi Bela Diri?

Kritik pedas juga dilontarkan kepada media yang menerbitkan klarifikasi DD/MM, yang secara sinis disebut sebagai “pahlawan kesiangan.”

“Mengapa klarifikasi ini justru muncul di media yang bukan memuat berita awalnya? Ada apa di balik ini? Tindakan ini menimbulkan kecurigaan bahwa media tersebut sedang mencoba memuluskan narasi pembelaan diri Anggota Dewan,” sindir Ketua Prima.

Menurutnya, jika Anggota DPRD tersebut memiliki itikad baik dan merasa benar-benar dijebak, ia seharusnya langsung berhadapan dengan media yang pertama kali mempublikasikan rekaman, bukan malah berlindung di balik media lain.

Desakan Moralitas: DD/MM Dianggap Tak Layak Lagi Duduki Kursi Parlemen. Perilaku Anggota DPRD DD/MM yang berbohong, mencoba memutarbalikkan fakta, dan diduga memesan berita dinilai sebagai cerminan rendahnya etika publik dan standar moral yang harus dimiliki seorang wakil rakyat.

“Seorang wakil rakyat harusnya paham betul konsekuensi dari setiap perkataannya. Anggota DPRD ini sudah membohongi diri sendiri dan publik. Ia tidak pantas lagi berada di kursi parlemen. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pandai bersandiwara,” tutup Herman, menyerukan adanya audit moral terhadap DD/MM.

Kasus ini kini menjadi ujian integritas yang krusial bagi DPRD Bengkulu dan menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif di balik perekaman dan upaya penyesatan publik yang diduga dilakukan oleh sang anggota dewan.
(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPK Didesak Segera Tetapkan Status Tersangka Terhadap Kepala Dinas Terkait Skandal “Ijon Proyek” di Kabupaten Bekasi

2 April 2026 - 07:12 WIB

Tata Kelola Retribusi Kekayaan Daerah Kabupaten Tangerang Disorot

2 April 2026 - 07:10 WIB

Dinas Pendidikan Kab. Tangerang “Kecolongan” Rp1,2 Miliar: Ratusan ASN dan PPPK Terima Tunjangan Anak Ilegal

1 April 2026 - 21:26 WIB

Jerat Hukum yang Kandas di RSUD Tigaraksa, Benarkah Korupsi Bisa “Ditebus” dengan Pengembalian Uang?

1 April 2026 - 20:25 WIB

Polda Jabar Didesak Usut Tuntas Tambang Ilegal di Purwakarta yang Tewaskan Dua Pekerja

1 April 2026 - 16:35 WIB

Trending on Daerah