MEDAN, SUMUT – Kemarahan besar tak dapat disembunyikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Menanggapi kabar mengejutkan mengenai adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang diduga menggunakan vape berisi narkoba, Bobby langsung mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi.
Bagi Bobby, tindakan oknum tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap amanah publik. Sikap tegas, zero tolerance tanpa basa-basi, Bobby Nasution menginstruksikan agar oknum yang terlibat segera diproses secara hukum dan dipecat secara tidak hormat jika terbukti bersalah.

“Jangan ada toleransi buat aparatur yang merusak masa depan masyarakat. Kalau terbukti, bukan cuma diproses hukum, tapi sekalian pecat! Kalau bisa dihukum berat sekalian,” tegas Bobby dengan nada geram, (20/05/26)
Bobby menekankan bahwa seorang ASN seharusnya menjadi contoh dan pelayan masyarakat, bukan justru memberi teladan buruk dengan masuk ke dalam lingkaran hitam narkotika. Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran pemerintahan di Sumatera Utara. Sumut saat ini membutuhkan reformasi birokrasi dari segala bentuk tindak pidana dan narkoba, secara mental dan fisik untuk melayani publik.
Berintegritas tinggi demi kesejahteraan rakyat. Langkah tegas ini mengirimkan pesan yang sangat jelas ke seluruh instansi: Tidak ada tempat bagi pengguna maupun pengedar narkoba di dalam birokrasi Sumatera Utara. Kasus ini kini tengah dikawal ketat untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan tanpa ada yang ditutup-tutupi. (*)
Editor: Enjelina














