JAKARTA — Komitmen lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan serta kesehatan publik kembali diperkuat. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto secara resmi menyambut baik kunjungan audiensi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, pada Senin (2/11/2026).
Pertemuan krusial ini difokuskan pada penguatan sinergi pengawasan terhadap peredaran obat terlarang, kosmetik ilegal, serta pengawalan ketat terhadap keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas tantangan distribusi produk farmasi dan konsumsi publik yang memerlukan instrumen pengawasan berlapis, melibatkan aparat penegak hukum dan otoritas pengawas obat-makanan secara terpadu.
Poin Utama Pengawasan Strategis
BPOM dan Polri sepakat memperketat pengawasan ketat serta perizinan edar obat-obatan tertentu guna mencegah praktik penyalahgunaan obat keras di tengah masyarakat. Sinergi ini memastikan seluruh rantai pasok dan distribusi pangan untuk program strategis nasional MBG memenuhi standar higienitas, keamanan, dan kelayakan konsumsi demi melindungi kesehatan masyarakat luas.
Kolaborasi erat antara institusi Polri dan BPOM akan memburu sindikat peredaran obat ilegal dan produk farmasi tanpa izin edar yang merugikan serta membahayakan keselamatan publik.
Langkah kolaboratif ini menjadi benteng pertahanan krusial di tengah maraknya celah distribusi ilegal yang kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Pengawasan melekat pada program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) mutlak diperlukan guna mengantisipasi risiko kontaminasi pangan maupun penyimpangan mutu gizi.
Dengan keterlibatan langsung aparat penegak hukum, penindakan terhadap pelaku kejahatan farmasi dan peredaran produk ilegal diharapkan berjalan lebih tajam, terukur, dan memberikan efek jera yang nyata. (Red)














