JAKARTA — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan komitmen kuat untuk merawat persatuan bangsa melalui kerja nyata di bidang legislasi dan pengawasan. Penegasan ini disampaikan dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda yang dihelat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026).
Pidato tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal. Dalam momentum bersejarah ini, DPR RI menyoroti pentingnya respons aktif terhadap dinamika nasional maupun global yang terus berkembang.

Capaian Legislasi masa persidangan I dan fokus masa persidangan II. Dalam laporan kinerjanya, pimpinan DPR RI memaparkan sejumlah capaian konkret dari fungsi legislasi yang telah dijalankan bersama pemerintah.
Masa persidangan I, DPR RI dan pemerintah telah sukses mengesahkan tiga undang-undang strategis, yaitu Undang-Undang Reforma Agraria, Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan, dan Undang-Undang Satu Data Indonesia.
Masa persidangan II Fokus kerja dewan akan diarahkan pada pembahasan empat Rancangan Undang-Undang (RUU) prioritas. Keempat RUU tersebut meliputi Keamanan dan Ketahanan Siber, Masyarakat Adat, Administrasi Kependudukan, serta Perampasan Aset yang nantinya akan diintegrasikan dalam kerangka “Satu Data Indonesia”.
Soroti Isu internasional dan kerja dama antar parlemen. Selain fokus pada legislasi domestik, DPR RI juga mengambil sikap tegas terhadap isu-isu regional. Terkait masalah kabut asap lintas batas yang kerap melanda kawasan ASEAN, DPR mendorong penguatan kerja sama antarparlemen secara erat.
Pimpinan DPR RI juga menyatakan sikap terbuka terhadap berbagai kritik konstruktif demi perbaikan kinerja lembaga legislatif ke depannya. (**)














