LIMOGES, PRANCIS — Aksi unjuk rasa brutal berujung perusakan hebat menghantam Balai Kota Limoges (Hôtel de Ville de Limoges), Prancis, pada Sabtu (17/10/2026). Bangunan bersejarah berusia 143 tahun tersebut mengalami kerusakan parah setelah diduga sengaja dibakar oleh sekelompok massa berpenutup muka (bertopeng).
Berdasarkan keterangan pejabat setempat, kobaran api menghancurkan sebagian besar atap bangunan hingga runtuh, serta merusak sekitar dua pertiga struktur bagian luar gedung bersejarah tersebut.

Aksi anarki sebelum sebelum api melahap bangunan utama balai kota, situasi di sekitar lokasi dilaporkan mencekam dan tidak terkendali. Kelompok demonstran bermasker terlebih dahulu melakukan aksi perusakan fasilitas umum, membakar mobil patroli kepolisian, serta memecahkan kaca-kaca gedung sebelum akhirnya menerobos masuk ke dalam area Balai Kota Limoges.
Petugas pemadam kebakaran (sapeurs-pompiers) dikerahkan secara masif dan harus berjibaku hingga larut malam demi mengendalikan serta memadamkan kobaran api.
Kerugian warisan budaya dan penegakan hukum. Pemerintah setempat dan otoritas kebudayaan Prancis menyebut insiden ini sebagai bencana besar bagi sejarah dan warisan budaya negara. Selain merusak nilai arsitektur abad ke-19, aksi anarkis ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap simbol-simbol pemerintahan dan stabilitas keamanan publik.
Pihak kepolisian setempat kini bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku utama di balik pembakaran dan pengerusakan aset negara ini. (**)














