LUMAJANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan Gunung Semeru kian memprihatinkan. Memasuki hari ke-5 penanganan, titik kobaran api dilaporkan makin meluas hingga menyebar di 7 titik lokasi berbeda, (30/8/26).
Kondisi medan yang terjal serta embusan angin kencang menjadi kendala utama gabungan petugas dan relawan di lapangan dalam melokalisasi pergerakan si jago merah.

Titik api terus meluas. Berdasarkan laporan terkini dari tim gabungan di lapangan, vegetasi kering di lereng gunung mempercepat penyebaran api. Upaya pemadaman manual terus digencarkan meski petugas harus berhadapan dengan risiko tinggi akibat kontur tanah yang curam dan jarak pandang yang terbatas oleh asap pekat.
Penyebaran titik api teridentifikasi di 7 lokasi strategis kawasan Gunung Semeru. Pembuatan sekat bakar (firebreak) guna mencegah lidah api merambat lebih jauh ke area vegetasi lindung yang lebih padat.
Angin kencang, topografi ekstrem, dan minimnya sumber air di titik ketinggian.
Langkah Darurat dan Imbauan
Pihak otoritas terkait bersama tim SAR dan masyarakat peduli api terus bersiaga penuh di pos pemantauan.
Penutupan akses jalur pendakian dan aktivitas warga di sekitar titik rawan tetap diberlakukan secara ketat demi mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Masyarakat dan para pelaku wisata diimbau untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di sekitar kawasan lereng Semeru. Penanganan intensif hingga saat ini masih terus dilakukan secara masif di seluruh titik kebakaran. (*)














