SIDOARJO — Kasus dugaan keracunan makanan yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga kini, total korban terdampak telah menyentuh angka 512 orang, yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam (jenjang MA dan MTs) serta warga penerima program di wilayah sekitarnya.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Ketut Sumedana, menyampaikan rincian kondisi para korban saat ini, 312 orang dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Sementara 120 orang masih menjalani tahap observasi oleh tim medis. 80 orang lainnya masih memerlukan penanganan dan perawatan intensif, Rabu 2 September 2026.
Menindaklanjuti insiden berskala besar ini, BGN bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, pimpinan pondok pesantren, serta Dinas Kesehatan setempat guna menginvestigasi penyebab pasti keracunan.
Sebagai bentuk ketegasan atas kelalaian pengelolaan pangan tersebut, BGN telah mengambil tindakan disipliner, nenjatuhkan sanksi skorsing atau suspensi kategori berat selama 30 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talang Angin Kalitengah.
Mengusulkan pencopotan pejabat atau pihak pengelola yang bertanggung jawab di unit layanan tersebut.
Penyelidikan mendalam terus dilakukan guna memastikan kualitas sanitasi dan keamanan pangan pada program nasional ini tidak kembali memakan korban. (*)














