JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas mengungkapkan kemarahannya usai namanya dicatut dan dikaitkan dengan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Bahlil menyatakan akan segera melayangkan somasi serta menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang melontarkan tudingan tanpa dasar tersebut.
Isu miring ini mencuat setelah Bahlil dituding sebagai ketua umum partai yang menemui sejumlah jenderal polisi beberapa jam sebelum penangkapan terjadi. Menanggapi hal tersebut, Bahlil mengaku baru mengetahui namanya diseret dalam pusaran isu hoaks itu setelah mendarat dari penerbangan pagi hari.

Dirinya baru mengetahui namanya diseret dalam isu itu setelah mendarat dari penerbangan pada pagi hari. Ia dituding sebagai ketua umum partai yang menemui para jenderal tersebut beberapa jam sebelum penangkapan.
Bahlil menantang pihak-pihak yang sengaja menyebarkan fitnah dan mengaitkan dirinya dengan pertemuan kontroversial tersebut untuk membuktikan kebenaran pernyataan mereka secara terbuka. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap upaya pencemaran nama baik yang dapat merusak kondusifitas politik nasional serta integritas institusi partai yang dipimpinnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu 7 Nopember 2026 tensi politik nasional terus menjadi sorotan publik menyusul langkah hukum tegas yang akan diambil oleh pihak Partai Golkar guna membersihkan nama baik Ketua Umum mereka dari caci maki dan tuduhan liar di ruang digital. (Red)














