Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Daerah

Pernikahan Wabup Garut Dengan Anak Gubernur Jabar Menelan Korban, 3 Nyawa Melayang

badge-check


					Pernikahan Wabup Garut Dengan Anak Gubernur Jabar Menelan Korban, 3 Nyawa Melayang Perbesar

JAWA BARAT- Suasana meriah Pesta Rakyat yang digelar di kawasan Pendopo Garut berubah menjadi mencekam setelah insiden memilukan terjadi, Jumat (18/7/2025).

Perayaan yang semula diharapkan membawa kebahagiaan justru berakhir petaka setelah ribuan warga memadati kawasan Pendopo Garut dan Alun-Alun Babancong untuk menghadiri pesta rakyat pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

Acara yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB tersebut menyediakan aneka kuliner gratis dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun antusiasme warga yang membludak tidak diimbangi dengan pengaturan kerumunan yang memadai. Sekitar pukul 14.00 WIB, ribuan warga berdesakan di area tenda makanan, situasi semakin tak terkendali ketika warga saling dorong demi mendapatkan makanan gratis, hingga akhirnya terjadi insiden saling injak yang menelan korban jiwa.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini, yakni seorang anggota Polri, seorang anak, dan seorang perempuan paruh baya. Berikut identitas lengkap korban meninggal dunia:

Cecep Saepul Bahri, S.H, lahir di Majalengka, 10 November 1986, warga Perum Guntur Residen GR 24 RT.03 RW.17 Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Almarhum beragama Islam dan bertugas sebagai Bripka BHABINKAMTIBMAS Polsek Karangpawitan Polres Garut.

Vania Apriliani, lahir di Garut, 9 April 2017, warga Kampung Sindangheula RT.02 RW.03 Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Dewi Jubaedah, lahir di Garut, 10 Februari 1964, warga Bumi Citra Abi Negara, Kampung Tagog RT.003 RW.001, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Selain korban jiwa, belasan warga lainnya dilaporkan pingsan akibat kerumunan yang tidak terkendali. Berikut data korban pingsan:

Ate Hasanah (65), warga Kampung Kaum Bojong Salam, Banyuresmi

Safira (14), siswi SMP 4 Garut, warga Ciwalen

Yati Haryati (56), warga Gunung Payung, Garut Kota

Mimi (56), warga Sukapadang

Aris Krisdiana (48), warga Bojong Kaler, Bandung

Nenih, warga Cisurupan

Idah, warga Panunggangan

Iis Ismayati, warga Jl. Kemuning

Tasya Aulia, warga Cipanas

Sifa Fauziah, warga Genteng

Ian (33), pekerja katering, warga Pataruman

Zahra (14), warga Bayongbong

Sutisna (66), warga Bandung

Onyas (45), warga Sadang Sucinaraja

Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh pintu masuk Pendopo ditutup dan lokasi acara langsung disterilkan dari kerumunan warga.

Menanggapi insiden ini, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan pemerintah provinsi bertanggung jawab penuh. Dalam pidatonya, Kang Dedi berjanji akan memberikan santunan sebesar Rp150 juta per orang kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Walaupun saya tidak tahu persis kejadian ini, tetapi sebagai pemimpin saya harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ini juga bentuk empati saya kepada keluarga korban,” ungkap Kang Dedi.

Selain santunan, Kang Dedi juga memastikan biaya pendidikan anak-anak korban akan dijamin hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mendoakan agar para korban yang meninggal dunia diterima iman Islamnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya. (PRIMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Erupsi Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Bandung

5 September 2026 - 12:57 WIB

Pagar DPRD Provinsi Bengkulu Jebol, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Berakhir Tegang

5 September 2026 - 08:26 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan RSUD Maria Walanda Maramis: Mantan Bupati Minahasa Utara VAP Kembali Jadi Tersangka

4 September 2026 - 11:37 WIB

Aksi Mahasiswa Soal Karhutla Berujung Ketegangan dengan Gubernur Kalbar

3 September 2026 - 19:32 WIB

Kontras Pengungkapan Oli Palsu: Cengkareng Digerebek, Gudang Nerogtog Tangerang Masih Bebas Beroperasi?

3 September 2026 - 15:27 WIB

Trending on Headline