Menu

Dark Mode
 

Tangerang Raya

Stasiun Rawa Buntu “Lumpuh” Akibat Pembiaran Parkir Liar & Kelalaian Dishub Tangsel


					Stasiun Rawa Buntu “Lumpuh” Akibat Pembiaran Parkir Liar & Kelalaian Dishub Tangsel Perbesar

TANGERANG SELATAN – Kemacetan parah dan kronis yang melanda kawasan Stasiun Kereta Api Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), telah mencapai titik kritis dan menjadi sorotan tajam.

Alih-alih berasal dari aktivitas stasiun, akar masalah utama kemacetan harian ini disebut-sebut adalah pembiaran masif terhadap praktik ‘terminal bayangan’ di sepanjang ruas Jl. Rawa Buntu.

Dishub Tangsel Dituding Lalai dan Bertanggung Jawab Penuh

Sorotan utama diarahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan dan aparat kepolisian. Warga dan pengendara menuding Dishub telah menunjukkan sikap “tidak ambil pusing” dan lalai dalam menjalankan tugasnya.

Pembiaran Terminal Bayangan: Angkutan umum dan taksi secara terang-terangan menjadikan bahu jalan sebagai area parkir dan ngetem (menunggu penumpang), sebuah kondisi yang berlangsung tanpa tindakan penertiban yang efektif.

Pengendara seperti Aldi (mahasiswa yang sering melintas) mengeluhkan bahwa saat jam-jam sibuk, ketika kemacetan berada di puncaknya, petugas Dishub dan Kepolisian tidak pernah terlihat di lokasi untuk mengurai arus lalu lintas.

Dampak dan Ironi “Ciri Khas” Tangsel

Kemacetan di titik Rawa Buntu ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga mencerminkan ironi dalam tata kelola kota. Kemacetan pada jam sibuk secara signifikan mengganggu aktivitas harian warga, terutama mereka yang bepergian untuk bekerja dan kuliah.

Pembiaran sebagai budaya. Ada kesan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terkesan mengabaikan masalah ini, seolah-olah kemacetan parah telah menjadi “pemandangan” yang diterima atau bahkan “ciri khas” kota saat ini. Ini menggarisbawahi kegagalan Pemkot dalam menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di salah satu simpul transportasi vitalnya.

Inti Tudingan: Kemacetan Rawa Buntu adalah cerminan dari kegagalan regulasi dan penegakan hukum, bukan sekadar volume kendaraan. Jika terminal bayangan dibiarkan beroperasi bebas, citra Pemkot Tangsel sebagai kota metropolitan yang tertib akan terus terkikis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dispora Kota Tangerang Bungkam Terkait Dugaan Proyek Mangkrak GOR Nambo Senilai Rp1,4 Miliar

12 May 2026 - 12:36 WIB

Merangkul Kritik dengan Ketulusan: Pesan Humanis Dirut Perumda Tirta Benteng untuk Para Pejuang Air”

11 May 2026 - 11:04 WIB

Wajah Baru Pelayanan di Kecamatan Neglasari: Mengabdi dengan Hati, Merawat Lingkungan dengan Aksi

6 May 2026 - 09:59 WIB

Menguak Cacat Prosedur Proyek Jembatan Rp2,7 Miliar di Tangerang: Menang Tender Saat Izin Dicabut

2 May 2026 - 08:59 WIB

Skandal “Pelesiran Gelap” ASN Disbudpar: Ketegasan Walikota Diuji atau Sekadar Formalitas?

28 April 2026 - 12:07 WIB

Trending on News