Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Tangerang Raya

Stasiun Rawa Buntu “Lumpuh” Akibat Pembiaran Parkir Liar & Kelalaian Dishub Tangsel

badge-check


					Stasiun Rawa Buntu “Lumpuh” Akibat Pembiaran Parkir Liar & Kelalaian Dishub Tangsel Perbesar

TANGERANG SELATAN – Kemacetan parah dan kronis yang melanda kawasan Stasiun Kereta Api Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), telah mencapai titik kritis dan menjadi sorotan tajam.

Alih-alih berasal dari aktivitas stasiun, akar masalah utama kemacetan harian ini disebut-sebut adalah pembiaran masif terhadap praktik ‘terminal bayangan’ di sepanjang ruas Jl. Rawa Buntu.

Dishub Tangsel Dituding Lalai dan Bertanggung Jawab Penuh

Sorotan utama diarahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan dan aparat kepolisian. Warga dan pengendara menuding Dishub telah menunjukkan sikap “tidak ambil pusing” dan lalai dalam menjalankan tugasnya.

Pembiaran Terminal Bayangan: Angkutan umum dan taksi secara terang-terangan menjadikan bahu jalan sebagai area parkir dan ngetem (menunggu penumpang), sebuah kondisi yang berlangsung tanpa tindakan penertiban yang efektif.

Pengendara seperti Aldi (mahasiswa yang sering melintas) mengeluhkan bahwa saat jam-jam sibuk, ketika kemacetan berada di puncaknya, petugas Dishub dan Kepolisian tidak pernah terlihat di lokasi untuk mengurai arus lalu lintas.

Dampak dan Ironi “Ciri Khas” Tangsel

Kemacetan di titik Rawa Buntu ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga mencerminkan ironi dalam tata kelola kota. Kemacetan pada jam sibuk secara signifikan mengganggu aktivitas harian warga, terutama mereka yang bepergian untuk bekerja dan kuliah.

Pembiaran sebagai budaya. Ada kesan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terkesan mengabaikan masalah ini, seolah-olah kemacetan parah telah menjadi “pemandangan” yang diterima atau bahkan “ciri khas” kota saat ini. Ini menggarisbawahi kegagalan Pemkot dalam menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di salah satu simpul transportasi vitalnya.

Inti Tudingan: Kemacetan Rawa Buntu adalah cerminan dari kegagalan regulasi dan penegakan hukum, bukan sekadar volume kendaraan. Jika terminal bayangan dibiarkan beroperasi bebas, citra Pemkot Tangsel sebagai kota metropolitan yang tertib akan terus terkikis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Proyek Rp7,5 M Dindikbud Banten Tanpa Izin, Inspektorat: “Sudah Kami Kawal dan Jadi Atensi KPK”

25 September 2026 - 15:13 WIB

Dugaan Mark-Up Rp3,87 Miliar Proyek Taman Rakyat Ciputat Timur, KITA-PD Desak DLH Tangsel Buka Dokumen

23 September 2026 - 18:57 WIB

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polda Banten Atas Dugaan Pelecehan Seksual

22 September 2026 - 12:54 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Berakhir Mediasi Bersama Staf khusus Menteri Agama

21 September 2026 - 11:12 WIB

Proyek Pedestrian Rp9,4 Miliar di Tangsel Terancam Molor, Pagar Beton Berdiri di Atas GSJ

18 September 2026 - 21:44 WIB

Trending on Tangerang Raya