TEHERAN – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah laporan mengenai serangan udara yang menghantam pusat kota Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan ini diduga kuat diluncurkan oleh militer Israel, menandai eskalasi konflik yang signifikan antara kedua negara.
Pusat kota diselimuti asap hitam. Saksi mata melaporkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari jantung ibu kota. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga di jalanan saat suara ledakan keras memecah keheningan pagi.

Serangan ini dianggap sebagai salah satu serangan langsung yang paling berani, mengingat target yang disasar berada di area dengan tingkat keamanan tertinggi di Republik Islam tersebut.
Target serangan tepat didekat kompleks pemimpin tertinggi. Laporan awal mengindikasikan bahwa titik ledakan berada di dekat kompleks kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan infrastruktur.
“Lokasi ini merupakan salah satu titik paling terjaga di seluruh negeri, yang kini menjadi pusat perhatian dunia internasional,” tulis laporan singkat dari media lokal, Sabtu 28 Pebruari 2026 waktu setempat.
Reaksi dunia internasional kini tengah memantau ketat situasi ini, khawatir serangan tersebut akan memicu perang skala besar di kawasan Timur Tengah. Pihak Israel belum memberikan komentar resmi terkait operasi militer ini, sementara pemerintah Iran dikabarkan tengah melakukan rapat darurat militer. (Red)














