Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Daerah

Aktivis Buruh Tangerang Suarakan Perda Ketenagakerjaan, H. Sugandi: 75% Tenaga Kerja Harus Warga Sekitar Perusahaan 

badge-check


					Aktivis Buruh Tangerang Suarakan Perda Ketenagakerjaan, H. Sugandi: 75% Tenaga Kerja Harus Warga Sekitar Perusahaan  Perbesar

TANGERANG, BTF– Aktivis buruh Kota Tangerang, H. Sugandi, kembali menyuarakan pentingnya Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan yang mengatur kewajiban perusahaan untuk merekrut 75% tenaga kerja dari masyarakat sekitar sesuai dengan kompetensi mereka. Hal tersebut ia sampaikan di ruang kerjanya di Sekretariat DPC Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) Kota Tangerang pada Selasa (4/3/2025).

“Kita tidak boleh tinggal diam melihat ketimpangan ini terus terjadi! Sudah terlalu lama masyarakat sekitar hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Pabrik-pabrik berdiri megah, tetapi ribuan warga sekitar masih menganggur. Hal ini adalah ketidakadilan yang harus segera kita akhiri!” tegasnya.

Menurut H. Sugandi, DPRD dan Wali Kota Tangerang yang baru saja dilantik harus segera bertindak dengan menerbitkan Perda yang mengatur perekrutan tenaga kerja lokal. Ia menegaskan bahwa tenaga kerja dari luar daerah tidak boleh mendominasi lapangan kerja, sementara warga setempat terabaikan.

Selain itu, ia juga menolak sistem perekrutan lama yang dinilai rumit, diskriminatif, dan sarat kepentingan. “Proses lamaran kerja yang panjang dan tidak transparan harus dihapus dan diganti dengan sistem baru yang lebih adil,” imbuhnya.

Adapun beberapa poin penting yang diusulkan dalam konsep Perda Ketenagakerjaan antara lain:

– Perusahaan wajib melihat data pengangguran di sekitar mereka.

– Perekrutan harus transparan dan berbasis kebutuhan nyata perusahaan.

– Warga setempat yang memiliki kompetensi harus diprioritaskan.

  1. Sugandi juga mengingatkan bahwa dalam Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 ditegaskan bahwa “Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”Oleh karena itu, ia menuntut pemerintah daerah untuk menjalankan amanat konstitusi dan memastikan hak masyarakat terpenuhi.

Sebagai langkah lanjutan, ia mengajak seluruh aktivis serikat pekerja dan masyarakat untuk menggelar audiensi dengan DPRD dan Pemerintah Kota Tangerang guna memastikan tuntutan ini segera direalisasikan.

“Kalau bukan kita yang berjuang, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutupnya dengan penuh semangat.

Rosita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Respons Inspektorat Banten Terkait Dugaan Pelanggaran Proyek Embung DPUPR Rp14,57 Miliar

19 September 2026 - 11:30 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution Lantik 3 Pejabat Eselon II, Sisa 2 Posisi Masih Kosong

19 September 2026 - 08:01 WIB

Proyek Embung DPUPR Banten Rp14,57 Miliar di Area SUTET Diduga Tabrak Prosedur dan Keselamatan

18 September 2026 - 21:48 WIB

Proyek Pedestrian Rp9,4 Miliar di Tangsel Terancam Molor, Pagar Beton Berdiri di Atas GSJ

18 September 2026 - 21:44 WIB

Pendapatan Pemprov Banten Terkoreksi Rp363 Miliar, Tukin ASN Terancam Dipangkas Satu Bulan

18 September 2026 - 16:39 WIB

Trending on Daerah