MEDAN – Sikap tidak profesional jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan memicu sorotan tajam. Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas (Bang Rico), menyampaikan teguran keras atas ketidakhadiran pimpinan serta pejabat terkait dari DLH dalam rapat krusial pembahasan hasil reses DPRD Kota Medan.
Ketidakhadiran jajaran pimpinan dinas tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat, khususnya terkait maraknya keluhan penataan pohon dan pengelolaan lingkungan yang disampaikan warga melalui anggota legislatif.

Rapat yang berlangsung dinamis tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, serta dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Di tengah pemaparan hasil reses, absennya pejabat kunci dari DLH menjadi preseden buruk dalam koordinasi penanganan isu lingkungan di Kota Medan.
Secara spesifik, Rico Waas mempertanyakan komitmen pimpinan DLH dalam merespons persoalan penataan pohon kota yang kerap mengancam keselamatan warga dan mengganggu keasrian lingkungan.
“Jika Kepala Dinas maupun Kabidnya tidak hadir, tolong dicatat. Mengapa banyak sekali laporan mengenai masalah penataan pohon, tetapi Kadis justru tidak hadir saat pembahasan ini?” tegas Rico di hadapan peserta rapat, (31/8/26).
Ketidakhadiran pihak DLH ini mengundang pemicu evaluasi mendalam terhadap kinerja instansi tersebut. Pembahasan hasil reses seharusnya menjadi wadah eksekutif untuk menyerap dan menindaklanjuti secara cepat keluhan masyarakat di lapangan, bukan sekadar agenda formalitas yang diabaikan oleh kepala dinas. (*)














