JAKARTA – Aktivitas vulkanik di kawasan Ring of Fire Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang akhir Agustus 2026. Dalam kurun waktu lima hari berturut-turut, sebanyak tujuh gunung berapi aktif di berbagai wilayah nusantara mencatatkan aktivitas erupsi secara beruntun, menegaskan eskalasi status ancaman bencana geologis nasional.
Rangkaian erupsi ini diawali dari wilayah timur hingga barat Indonesia.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur melontarkan kolom letusan setinggi 2.500 meter pada Kamis (27/8/2026), disusul Gunung Merapi yang meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter pada Jumat malam (28/8/2026).

Puncak rentetan erupsi terjadi pada Senin (31/8/2026) ketika lima gunung sekaligus termasuk Sinabung di Sumatera Utara yang melontarkan abu vulkanik hingga 3,5 kilometer—tercatat aktif bererupsi.
Daftar aktivitas erupsi gunung Api (Agustus 2026).
- Gunung Sinabung (Sumatera Utara). Erupsi besar pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 3,5 kilometer.
- Gunung Anak Krakatau (Lampung/Banten). Memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 200 meter pada 31 Agustus 2026.
- Gunung Merapi (Jawa Tengah/DIY): Mengeluaran awan panas guguran sejauh 2.000 meter pada Jumat malam, 28 Agustus 2026.
- Gunung Lewotobi Laki-laki (NTT): Letusan mencapai ketinggian 2.500 meter pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Gunung Semeru (Jawa Timur): Mencatatkan letusan harian tinggi sepanjang Agustus, diakhiri erupsi signifikan pada 31 Agustus 2026.
- Gunung Ibu (Maluku Utara): Menunjukkan erupsi rutin memuntahkan kolom abu dari pertengahan hingga akhir Agustus 2026.
- Gunung Ili Lewotolok (NTT): Erupsi dalam rangkaian aktivitas bersama pada 31 Agustus 2026.
Masyarakat dan otoritas penanggulangan bencana diimbau memperketat jalur evakuasi serta mematuhi rekomendasi jarak aman zona bahaya guna mengantisipasi erupsi susulan. (*)














