BANTEN – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Lampung, terpantau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Berdasarkan laporan resmi Tim Patroli Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau, Seksi KSDA Wilayah III Lampung, emisi abu vulkanik pekat membumbung tinggi secara terus-menerus dari kawah aktif.

Berdasarkan pemantauan mutakhir pada Selasa (27/10/2026) pukul 08.50 WIB, karakteristik dinamika sebaran material vulkanik. Emisi abu vulkanik terpantau berada pada lapisan ketinggian sekitar 610 hingga 2.440 meter di atas permukaan laut.
Pergerakan abu vulkanik terpantau mengarah ke timur laut dan ke arah barat daya dengan kecepatan rata-rata mencapai 9 km/jam. Perbedaan arah sebaran pada ketinggian yang berbeda ini dipengaruhi langsung oleh variasi lapisan angin di atmosfer.
Otoritas menegaskan bahwa sebaran abu di atmosfer tidak serta-merta mengindikasikan terjadinya hujan abu secara merata di seluruh wilayah yang tercakup jalur angin.
Menyikapi dinamika vulkanik yang terus berlanjut di Selat Sunda ini, pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat dan nelayan agar tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi serta tidak mendekati kawasan radius bahaya yang ditetapkan di sekitar kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Warga pesisir dan pengguna jalur perairan senantiasa memantau informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik demi menghindari potensi risiko gangguan pernapasan (ISPA) akibat sebaran abu serta potensi bahaya maritim di sekitar Selat Sunda. (**)














