MEDAN — Aksi peringatan Hari Tani Nasional yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara berujung ketegangan di lapangan.
Massa aksi yang melakukan longmarch dilaporkan mengalami penghadangan oleh personel TNI saat melintas di depan Makodim setempat, Jumat 25 September 2026.

Dalam insiden tersebut, suasana sempat memanas ketika terjadi dorong-mendorong antara massa aksi dan aparat pendamping. Akibat gesekan tersebut, seorang ibu petani yang ikut dalam barisan demonstrasi dilaporkan jatuh tersungkur ke jalan.
Kondisi di lokasi semakin memicu kecaman setelah beredar informasi bahwa sejumlah prajurit sempat melakukan aksi joget di hadapan demonstran yang sedang tertahan.
Tindakan tersebut dinilai oleh para peserta aksi sebagai bentuk provokasi dan sikap tidak pantas yang memicu ketegangan di tengah situasi kritis. Aksi yang seharusnya menjadi wadah penyampaian aspirasi atas persoalan agraria dan hak-hak petani ini dinilai bergeser menjadi ajang intimidasi.
Pihak penyelenggara aksi menyayangkan sikap aparat di lapangan dan mendesak adanya penjelasan resmi serta pertanggungjawaban atas insiden pendorongan yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, publik dan peserta aksi menunggu klarifikasi serta penanganan resmi dari pihak komando aparat setempat terkait insiden tersebut.(**)














