Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Headline

Pabrik Pakan Ayam di Neglasari Beroperasi Tanpa Izin, Satpol PP Diminta Segel Lokasi

badge-check


					Pabrik Pakan Ayam di Neglasari Beroperasi Tanpa Izin, Satpol PP Diminta Segel Lokasi Perbesar

TANGERANG – Sebuah dugaan pelanggaran serius terkait perizinan bangunan dan operasional industri ditemukan di wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sebuah bangunan yang terletak di Jl. Irigasi, Kelurahan Karanganyar, dilaporkan telah memulai aktivitas produksi pakan ayam meski dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum diterbitkan oleh pemerintah setempat.

Temuan di Lapangan, pekerjaan berlangsung dan produksi berjalan, Izin mandek. Berdasarkan bukti dokumentasi dan koordinasi instansi terkait pada Jumat, 17 April 2026, ditemukan fakta-fakta sebagai berikut. Aktivitas ilegal di dalam lokasi bangunan, terlihat tumpukan karung putih berisi bahan baku atau hasil produksi yang mengonfirmasi bahwa pabrik telah menjalankan kegiatannya.

Kepala Dinas Perizinan (DPMPTSP) Kota Tangerang, Ugi, menyatakan bahwa bangunan tersebut belum memiliki izin operasional maupun PBG. Dokumen menunjukkan permohonan atas nama PT Candra Karwana untuk jenis peruntukan Fungsi Usaha, namun statusnya saat ini masih dalam tahap Verifikasi Berkas.

Informasi KBLI. Pihak dinas menyebutkan informasi yang tersedia baru sebatas KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia), sementara izin inti lainnya belum dikantongi. Instruksi penyegelan. Ketidaksinkronan antara status izin yang masih diverifikasi dengan kenyataan adanya aktivitas produksi di lapangan memicu reaksi keras.

“Nah, Satpol biar segel aja dulu,” tegas Kadis Perizinan dalam pesan singkatnya saat menanggapi laporan adanya aktivitas produksi di lokasi tersebut, Jumat 27 April 2026.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Tangerang, H. Mulyani, telah menerima laporan mengenai keberadaan gerbang pabrik pakan ayam yang dicurigai tidak berizin ini dan menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Penegakan Perda adalah harga mati. Menanggapi temuan ini, Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik dan Pembangunan, Juara Simanjuntak, mendesak pemerintah kota untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. Ia meminta Satpol PP Kota Tangerang segera mengambil tindakan tegas berupa penyegelan lokasi pabrik.

“Satpol PP harus menyegel lokasi tersebut sebelum PBG diterbitkan. Jangan biarkan aktivitas industri berjalan mendahului hukum, karena hal ini merusak wibawa pemerintah daerah dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang tidak terawasi,” ungkap Juara Simanjuntak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Candra Karwana belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan mereka memulai operasional sebelum seluruh proses verifikasi berkas di DPMPTSP selesai dilakukan.
Kasus ini menjadi ujian bagi ketegasan Pemerintah Kota Tangerang dalam mengawasi pertumbuhan industri di wilayahnya, memastikan bahwa investasi yang masuk tetap berjalan di atas koridor hukum yang berlaku. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Proyek Rp7,5 M Dindikbud Banten Tanpa Izin, Inspektorat: “Sudah Kami Kawal dan Jadi Atensi KPK”

25 September 2026 - 15:13 WIB

HEADLINE: Anggaran Hampir Rp4 Miliar Terbuang Sia-Sia? Proyek Jalan Balaraja-Ceplak Diduga Asal Jadi dan Rentan Korupsi

25 September 2026 - 11:36 WIB

Kadishub Kota Tangerang Bungkam, Dugaan Proyek Halte Fiktif Berlanjut ke Kejati Banten

23 September 2026 - 19:10 WIB

Dugaan Mark-Up Rp3,87 Miliar Proyek Taman Rakyat Ciputat Timur, KITA-PD Desak DLH Tangsel Buka Dokumen

23 September 2026 - 18:57 WIB

Tangki Galon dan Dugaan Setoran 8 Juta: Bobroknya Tata Kelola Armada Sampah DLHK Kabupaten Tangerang

23 September 2026 - 11:57 WIB

Trending on Headline