BENGKULU — Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa di halaman Gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Jumat (4/9/26) sore berlangsung memanas. Ketegangan tak terelakkan setelah massa aksi yang terus mendesak masuk akhirnya berhasil mendobrak dan merobohkan pagar utama kompleks parlemen daerah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, konsolidasi massa yang semula berjalan dengan penyampaian orasi secara bergantian perlahan bereskalasi. Sikap adu argumentasi serta aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang bersiaga di balik gerbang memicu situasi semakin memuncak hingga pagar gedung jebol.

Sejumlah aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi langsung memperketat barikade pengamanan di area dalam guna mengantisipasi pergerakan massa yang berupaya menerobos ke area inti gedung DPRD. Petugas mengimbau agar para demonstran tetap menjaga kondusivitas dan menyampaikan aspirasi secara tertib.
Hingga berita ini diturunkan, pimpinan maupun anggota DPRD Provinsi Bengkulu diharapkan dapat menemui perwakilan mahasiswa secara langsung untuk menerima tuntutan yang dibawa, guna meredam potensi kericuhan susulan di lokasi. (*)














