JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanggulangan sejumlah bencana nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/26).
Rapat digelar secara hybrid dengan menghadirkan jajaran menteri kabinet, Panglima TNI, Kapolri, serta kepala daerah terkait. Dalam pengarahannya, Presiden menyoroti efektivitas penanganan karhutla di 6 provinsi prioritas yang menjadi fokus pemantauan nasional.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan guna memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pemadaman darat dan udara hingga tindakan tegas terhadap pihak yang lalai maupun sengaja membakar lahan.
Evaluasi ketat terhadap pemetaan area terdampak yang mencakup lahan terbakar, lahan konsesi, lahan masyarakat, serta kawasan hutan di 6 provinsi rawan bencana. Pemantauan real-time mencatatkan bahwa mayoritas titik api di area terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, penanganan intensif masih terus difokuskan pada sisa area yang belum sepenuhnya padam guna mencegah meluasnya sebaran asap.
Optimalisasi pengerjaan pemadaman melibatkan kolaborasi masif personel TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta unsur masyarakat peduli api.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon cepat pemerintah pusat untuk menjamin keselamatan masyarakat, menjaga stabilitas lingkungan, serta mengantisipasi dampak ekonomi dan kesehatan yang disebabkan oleh polusi asap akibat karhutla.(*)














