Menu

Dark Mode
 

Daerah

Relokasi Pasar Tumpah Cikarang Hanya Memindahkan Kemacetan, Plt Bupati Bekasi Belum Temukan Solusi Jitu


					Relokasi Pasar Tumpah Cikarang Hanya Memindahkan Kemacetan, Plt Bupati Bekasi Belum Temukan Solusi Jitu Perbesar

​CIKARANG BEKASI, … – 12 Maret 2026 – Kebijakan relokasi pedagang kaki lima atau “pasar tumpah” di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) kini menuai kritik tajam. Alih-alih menjadi solusi kemacetan menahun di jantung kota Cikarang, langkah ini dinilai warga hanya memindahkan titik keruwetan ke area sekitarnya.

​Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat kemacetan parah masih menghantui para pengguna jalan. Antrean kendaraan, mulai dari motor hingga truk besar, tampak terkunci di jalur utama.

​Suara kekecewaan terdengar jelas dari para pengguna jalan yang melintas. Mereka mengeluhkan bahwa pemindahan pedagang tidak dibarengi dengan penataan parkir dan ketegasan aturan di lapangan.

​”Pasar dipindahin bukannya makin bener, malah makin macet. Parkirnya masih sama saja, di pinggir jalan juga,” keluh seorang warga dalam video tersebut. Kondisi ini membuat waktu tempuh masyarakat terbuang percuma di jalanan, padahal area tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi di Kabupaten Bekasi.

​Kritik juga mengarah pada kepemimpinan di Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini, Plt Bupati Bekasi beserta jajaran dinas terkait dianggap belum memberikan solusi terbaik yang bersifat jangka panjang. Relokasi yang dilakukan terkesan terburu-buru tanpa kajian dampak lalu lintas yang mendalam.

​Persoalan utama yang belum tersentuh antara lain:
• ​Parkir Liar : Bahu jalan yang seharusnya bersih tetap dipenuhi kendaraan parkir.
• ​Volume Kendaraan : Kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan arus kendaraan dari Jakarta menuju jalur Pantura.
• ​Kurangnya Personel : Minimnya petugas di titik-titik krusial saat jam sibuk.

​Kekhawatiran masyarakat kini memuncak menjelang musim mudik. Jika di hari biasa saja kemacetan sudah sedemikian parah, jalur Cikarang diprediksi akan lumpuh total saat ribuan pemudik motor mulai memadati jalanan.

​Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk tidak sekadar “bongkar-pasang” lokasi pedagang, tetapi juga menertajukan tata ruang transportasi yang komprehensif. Tanpa solusi tegas dari Plt Bupati, wajah Cikarang diprediksi akan tetap identik dengan kemacetan yang semrawut.

( Red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banding, Mantan Sekda & Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri, Hukuman Malah Diperberat

19 April 2026 - 00:03 WIB

Sengkarut TPP Kabupaten Tangerang: Pembayaran TPBK Bapenda dan RSUD Lampaui Aturan, Negara Rugi Rp26,7 Miliar

19 April 2026 - 00:00 WIB

PEMDES TOLISETUBONO DIDUGA LAKUKAN PEMBENARAN SEPIHAK: HAK JAWAB DIMUAT, TAPI TOLAK TUNJUKKAN BUKTI DOKUMEN SAAT DIKONFIRMASI

17 April 2026 - 18:28 WIB

PT Sawindo Diduga “Rampok” Lahan Desa Masing Lewat Pintu Tetangga,Hermanius Burunaung,Polisi Jangan Jadi Tameng Pembungkaman!

16 April 2026 - 21:16 WIB

KPK Amankan Bupati Tulungagung dalam OTT, 13 Orang Diboyong ke Jakarta

11 April 2026 - 20:28 WIB

Trending on Daerah