Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Kesehatan

Gurita Corruption Rejang Lebong Merembet ke Pemkot Bengkulu: KPK Bidik Proyek Limbah Kesehatan, Sita Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR


					Gurita Corruption Rejang Lebong Merembet ke Pemkot Bengkulu: KPK Bidik Proyek Limbah Kesehatan, Sita Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Perbesar

BENGKULU — Pengembangan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Rejang Lebong kian meluas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini resmi membidik dugaan pengerukan uang negara di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dengan fokus utama pada proyek pengelolaan limbah kesehatan.

Sinyal kuat keterlibatan aktor di tingkat Kota Bengkulu mengemuka setelah tim penyidik melakukan serangkaian penggeledahan mendalam di sejumlah lokasi vital. Dari penggeledahan di rumah kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, penyidik menyita uang tunai bernilai fantastis mencapai lebih dari Rp4 miliar beserta dokumen penting dan barang bukti elektronik (BBE).

Pengembangan kasus OTT Rejang Lebong. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan bahwa penyidik tengah mengurai jejak pengerjaan proyek oleh pihak swasta yang sebelumnya juga terjerat dalam skandal suap di Rejang Lebong.

“Iya itu pengembangan perkara suap Rejang Lebong. Ada pihak swasta (pemberi) yang selain mengerjakan proyek di Rejang Lebong, juga memiliki proyek di Kota Bengkulu. Tim masih terus melakukan pengembangan, nanti kita lihat bagaimana perkembangannya,” tegas Taufik kepada awak media, Selasa (28/7/2026).

Taufik mengonfirmasi bahwa salah satu titik tekan penyidikan baru ini menyasar pada proyek pengelolaan limbah kesehatan di Pemkot Bengkulu.

“Salah satunya ya. Nanti secepatnya kita update karena tim sedang bekerja,” tambahnya.

Penyitaan Uang Rp4 Miliar dan Penggeledahan Rekanan
Selain menyasar rumah dinas/pribadi Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, tim rasuah juga menggeledah kantor serta rumah milik pihak swasta yang bergerak di bidang alat kesehatan (alkes) dan pengolahan limbah.

Penyitaan uang tunai melebihi Rp4 miliar dari tangan pejabat Pemkot Bengkulu tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan penerimaan hadiah atau janji (suap/gratifikasi) oleh penyelenggara negara.

Meski bukti material telah diamankan, KPK hingga saat ini masih merampungkan konstruksi hukum sebelum menetapkan tersangka baru dalam klaster Pemkot Bengkulu.

Jejak Lima Tersangka Awal
Skandal ini merupakan buntut panjang dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan KPK pada 9 Maret 2026 lalu terkait suap proyek di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam perkara induk tersebut, KPK telah menetapkan 5 orang tersangka, yaitu, Muhammad Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong). Hary Eko Purnomo (Kepala Dinas PUPRPKPK Rejang Lebong). Irsyad Satria Budiman (Pihak Swasta / Kontraktor). Edi Manggala (Pihak Swasta / Kontraktor). Youki Yusdiantoro (Pihak Swasta / Kontraktor).

Keterlibatan trio swasta tersebut di Rejang Lebong menjadi ‘pintu masuk’ bagi KPK untuk membongkar dugaan pola pengondisian proyek serupa yang merambah sektor kesehatan di Kota Bengkulu. Publik kini menantikan pengumuman resmi status hukum para pejabat terkait di Pemkot Bengkulu dalam waktu dekat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gubernur Banten Tinjau Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Paninggilan Ciledug, Kota Tangerang Capai 43% Target

28 July 2026 - 09:36 WIB

Bobroknya Dinkes Batam: Komisi II DPRD Beri Raport Merah, Kadis Diduga Takut Hujan Pertanyaan!

25 May 2026 - 08:53 WIB

BOBBY NASUTION MURKA: ASN Pemprov Sumut Terjerat Vape Narkoba, Pecat dan Hukum Berat!

22 May 2026 - 20:17 WIB

Satgas Yonif 521/DY Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Papua

8 April 2026 - 11:15 WIB

Pesawat Pelita Air Hilang Kontak 5 Kilometer Setelah Lepas Landas di Kalimantan Utara

19 February 2026 - 15:03 WIB

Trending on Kesehatan