Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Politik

Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI 2026: Di Tengah Kemegahan Parlemen, Publik Menagih Pengesahan RUU Perampasan Aset

badge-check


					Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI 2026: Di Tengah Kemegahan Parlemen, Publik Menagih Pengesahan RUU Perampasan Aset Perbesar

JAKARTA — Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama DPR RI dan DPD RI menggelar agenda tahunan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Ruang Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).

Agenda krusial tahunan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan lembaga negara, wakil rakyat, serta jajaran kabinet. Namun, di balik seremonial dan pidato politik formal di dalam ruang sidang, sorotan tajam jutaan pasang mata rakyat justru tertuju pada kejelasan agenda reformasi hukum dan pemberantasan korupsi yang dinilai masih jauh dari ekspektasi publik.

Suara publik, soroti kinerja legislasi dan janji pemberantasan korupsi. Pantauan di berbagai platform siaran langsung publik menunjukkan arus ketidakpuasan dan keprihatinan masyarakat yang cukup tinggi. Publik tidak lagi hanya ingin mendengar angka-angka statistik pencapaian di atas kertas, melainkan aksi nyata terkait regulasi yang berpihak pada keadilan sosial dan penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

Salah satu tuntutan paling mendesak yang terus disuarakan publik adalah kepastian Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana. Desakan ini menjadi barometer utama bagi masyarakat untuk mengukur keseriusan pemerintah dan parlemen dalam menindak para pelaku tindak pidana korupsi hingga ke akar-akarnya.

> “Sidang tahunan jangan sekadar jadi panggung rutin tanpa eksekusi nyata. Rakyat menagih komitmen DPR dan Pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset demi mengembalikan kerugian negara secara optimal,” tegas salah satu aspirasi warganet dalam pemantauan siaran publik.

Tantangan transparansi dan pengawasan anggaran. Selain tuntutan pengesahan regulasi anti-korupsi, momentum Sidang Tahunan ini juga menjadi ruang pengingat pentingnya efektivitas belanja negara dan transparansi alokasi anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Di tengah tantangan ekonomi nasional dan dinamika pembangunan, fungsi pengawasan (controlling) parlemen dituntut untuk bekerja ekstra keras agar APBN tidak terbuang sia-sia pada proyek-proyek yang minim dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Ujian Realisasi Janji Politik
Masyarakat berharap hasil dari Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI tahun 2026 ini bukan sekadar menghasilkan lembaran pidato dan wacana formalitas belaka, melainkan langkah terobosan hukum yang konkret.

Mempercepat pengesahan RUU strategis yang secara langsung menghantam praktik korupsi dan kolusi. Memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Memastikan legislatif berdiri tegak sebagai pengawas eksekutif yang kritis, obyektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditolak, DPR Deklarasikan Hormati Putusan MK

7 October 2026 - 18:34 WIB

Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara di Tengah Pembacaan Putusan Gugatan Ijazah Gibran oleh MK

7 October 2026 - 08:25 WIB

BPK Serahkan IHPS I Tahun 2026 ke DPR RI: 762 Laporan Pemeriksaan Resmi Disampaikan dalam Rapat Paripurna

6 October 2026 - 11:00 WIB

Refleksi HUT ke-26 Banten, Abah Saiful Millah Ajak Bangun Daerah Berlandaskan Budaya dan Kearifan Lokal

5 October 2026 - 11:00 WIB

Protes Ketidakhadiran Bupati, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Serang Aksi Walkout dari Rapat Paripurna APBD 2027

3 October 2026 - 12:58 WIB

Trending on Politik