BANYUWANGI — Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung panas di ruang rapat DPRD Banyuwangi, Selasa (11/8/2026).
Perdebatan sengit mengenai transparansi penganggaran tersebut bahkan memicu aksi emosional, di mana anggota dan peserta rapat bernama Suwito terekam menendang pintu ruang rapat di tengah jalannya forum formal tersebut.

Awal mula ketegangan memuncak saat Plt Kepala Bapenda Banyuwangi, Syamsudin, merespons tudingan dari pihak legislatif yang menyebut pemerintah daerah tidak terbuka atau diduga menyembunyikan angka-angka dalam penyusunan anggaran.
“Saya dari tadi mikir, Pak Michael menyinggung katanya kita bohong. Saya bingung, saya bohong siapa?” ujar Syamsudin dalam rapat tersebut.
Syamsudin secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Pemkab Banyuwangi sama sekali tidak menutup-nutupi angka maupun data rasionalisasi anggaran.
Sorotan transparansi anggaran. Dinamika pembahasan KUA-PPAS TA 2027 ini menjadi perhatian publik lantaran menyangkut alokasi anggaran daerah yang krusial bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat. Aksi penendangan pintu oleh Suwito serta tudingan ‘kebohongan angka’ mengindikasikan adanya celah krusial terkait asas keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas tata kelola keuangan di Pemkab Banyuwangi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekretariat DPRD maupun pimpinan Banggar masih dihimbau untuk memberikan klarifikasi resmi terkait insiden fisik serta tindak lanjut dari perdebatan angka anggaran tersebut. (*)














