TANGERANG SELATAN – Ruang publik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendadak digegerkan oleh kemunculan sejumlah spanduk bernada kritik keras terhadap Gubernur Banten, Andra Soni, pada Minggu (2/8/2026).
Spanduk-spanduk tersebut membentang di beberapa titik strategis, salah satunya terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ciputat, persis di kawasan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

Berdasarkan rekaman video dan informasi yang beredar di media sosial, spanduk tersebut memuat pesan-pesan menohok, di antaranya bertuliskan “Tangkap dan Adili Andra Soni” serta “Ada Mafia APBD”. Di bagian bawah tulisan, tercantum identitas atas nama “Mahasiswa Banten”.
Selain di area Ciputat, aksi pembentangan spanduk serupa dilaporkan muncul di berbagai sudut ruang publik lainnya di wilayah Tangsel. Fenomena ini mengindikasikan adanya kekecewaan dan desakan yang kian menguat dari elemen mahasiswa terkait tata kelola anggaran dan pemerintahan di Provinsi Banten.
Kemunculan spanduk di area kampus ini dinilai sebagai bentuk kontrol sosial dari kalangan akademisi dan mahasiswa yang mulai geram terhadap dugaan penyimpangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
> “Pesan yang tertulis di spanduk-spanduk ini bukan sekadar retorika, melainkan simbol perlawanan publik terhadap dugaan praktik tidak transparan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkap salah satu warga setempat yang melintas di kawasan Ciputat.
Menunggu sikap resmi Pemprov Banten. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemkot Tangerang Selatan terkait maraknya spanduk kritikan tersebut, serta belum ada tindakan tegas mengenai penertiban dari aparat Satpol PP setempat.
Masyarakat dan berbagai elemen pengawas kebijakan publik menantikan klarifikasi terbuka dari Gubernur Banten, Andra Soni, guna meredam spekulasi yang berkembang serta menjaga transparansi pimpinan daerah di mata hukum dan publik. (*)














