PASURUAN – Gelombang protes massa mendatangi jalanan Kota Pasuruan dengan membawa poster kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di bawah pengawalan bendera Merah Putih dan mobil pengeras suara tersebut, massa aksi meluapkan kekecewaan terhadap kinerja dinas terkait.
Poin utama tuntutan massa, masalah pengelompokan desil. Spanduk bertuliskan “DESIL MENGECEWAKAN RAKYAT” menjadi sorotan utama, mengindikasikan ketidakpuasan warga atas pendataan tingkat kesejahteraan (desil) yang dinilai tidak tepat sasaran, Senin 14 September 2026.

Massa menyuarakan tuntutan tegas “COPOT KADIS DINSOS KOTA PASURUAN”, meminta Kepala Dinas Sosial bertanggung jawab atas ketimpangan atau kendala penyaluran bantuan sosial.
Poster bertuliskan “KOTA PASURUAN GAK TAMBAH APIK TAMBAH REMEK” menggambarkan kekecewaan publik terhadap perkembangan dan kelayakan fasilitas maupun kebijakan di wilayah tersebut.
Aksi ini mencerminkan tingginya keresahan masyarakat terkait pendataan penerima bantuan serta efektivitas pelayanan publik di Kota Pasuruan. Massa mendesak pemerintah kota segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan sosial benar-benar memihak warga yang membutuhkan. (*)














