SURABAYA — Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya potongan video pendek yang memperlihatkan suasana lengang tanpa kerumunan massa saat iring-iringan mobil kepresidenan melintas di jalur protokol Kota Surabaya pada Senin (22/6/2026).
Momentum sepinya sambutan warga terhadap rombongan kepala negara ini memicu perdebatan tajam di ruang siber, di mana netizen secara luas mengaitkannya dengan penurunan daya beli masyarakat serta dinamika tekanan ekonomi nasional.

Rekaman visual yang beredar luas di platform digital memperlihatkan rangkaian kendaraan taktis dan mobil mewah kepresidenan melintasi jalanan yang telah disterilisasi oleh aparat keamanan. Kontras dengan kunjungan-kunjungan kerja pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap dipadati warga di pinggir jalan, kali ini jalur logistik publik tersebut tampak sunyi.
Fenomena dinamika sosial ini dinilai menjadi refleksi psikologi massa yang sedang bergejolak, terutama di Surabaya yang dikenal sebagai salah satu barometer pergerakan ekonomi di Jawa Timur.
“Suasana jalanan sangat lengang. Ketiadaan kerumunan massa ini menjadi sinyalemen yang dievaluasi secara beragam oleh publik, terutama dalam mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kondisi riil di lapangan saat ini,” tulis salah satu narasi yang viral di media sosial.
Sejumlah pengamat siber dan netizen mengaitkan fenomena ini dengan isu domestik yang krusial, di antaranya lonjakan inflasi, harga-harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, serta gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang melanda sektor industri belakangan ini.
Tekanan ekonomi tersebut dinilai menggerus antusiasme publik terhadap seremonial kunjungan pejabat negara, yang oleh sebagian kelompok netizen dianggap kontras dengan kondisi riil finansial rakyat jelata. (*)
Editor: Enjelina










