JAKARTA — Gelombang kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik tajam dari parlemen. Lembaga pengawas MBG Watch mencatat sebanyak 1.600 anak menjadi korban keracunan hanya dalam kurun waktu tiga hari, memicu mendesaknya penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Isu krusial ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada Kamis (3/9/2026).

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, menyampaikan kritik pedas terkait berulangnya insiden yang mengancam keselamatan para siswa tersebut.
Edy menilai BGN mengabaikan berbagai variabel penting dalam standar tata kelola dan pengawasan makanan siap saji sejak awal program dijalankan. Menurutnya, kegagalan mengantisipasi rantai pasok dan higiene sanitasi membuat potensi keracunan akan terus berulang.
“Sudahlah, taruhan sama saya. Keracunan pasti akan terjadi karena memang variabel-variabel yang menuju pada tata mekelola makanan siap saji yang dari awal sudah kita warning selalu diabaikan,” tegas Edy dalam rapat tersebut.
Sorotan tajam DPR ini menegaskan bahwa evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan MBG dan akuntabilitas jajaran pengelola BGN bersifat mendesak, demi menjamin keamanan konsumsi bagi jutaan anak penerima manfaat di seluruh Indonesia. (*)














