Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Daerah

Alasan Minim Keterangan Saksi, Laporan Penganiayaan di Polres Blora Mati Suri

badge-check


					Alasan Minim Keterangan Saksi, Laporan Penganiayaan di Polres Blora Mati Suri Perbesar

BLORA– Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora kembali menuai sorotan publik. Hal ini terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan oleh M. Oktavian Nurul Yudha sejak 20 April 2024 lalu. Hingga kini, kasus tersebut belum menemukan titik terang meski sudah berjalan lebih dari setahun.

Padahal, pihak penyidik telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pemanggilan saksi-saksi hingga mengamankan barang bukti, termasuk hasil visum dari RSUD dr. R. Soetijono Blora. Namun, ketika dikonfirmasi, penyidik beralasan masih minim keterangan saksi.

Ironisnya, menurut keterangan warga, saat peristiwa terjadi, terlapor sempat diamankan langsung oleh masyarakat dan dibawa ke SPKT Polres Blora untuk dimintai keterangan. Bahkan, terlapor dikabarkan telah mengakui perbuatannya.

Konfirmasi terbaru dari salah satu penyidik Tipidum Unit 1, Aipda Kukuh Anjar S., S.Sos, Polres Blora, bahwa kasus tersebut belum dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Perkara belum dapat naik sidik karena minim keterangan saksi. Perlu menghadirkan saksi yang lain,” jelas Anjar (16/5/2025).

Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mereka menilai terdapat kejanggalan dalam proses penanganan perkara, terlebih kasus ini telah berjalan cukup lama tanpa perkembangan berarti.

Minimnya Keterangan Saksi: Meskipun penyidik telah memanggil beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti seperti visum, mereka menyatakan kasus ini belum bisa naik ke tahap penyidikan karena minimnya keterangan saksi.

Pengakuan Terlapor: Ada kesaksian dari warga bahwa terlapor sempat diamankan dan bahkan mengakui perbuatannya di hadapan warga.

Dugaan Kejanggalan: Durasi penanganan kasus yang terlampau lama dan alasan yang diberikan penyidik menimbulkan dugaan adanya kejanggalan di mata masyarakat.

Desakan Publik: Masyarakat mendesak agar Kapolres Blora mengambil alih dan memastikan penanganan kasus berjalan transparan, adil, dan tidak berpihak.

Situasi ini memang bisa memicu kekhawatiran publik tentang kinerja penegak hukum dan transparansi prosesnya. Ketika ada kesaksian warga yang menyebutkan adanya pengakuan dari terlapor, alasan “minim saksi” menjadi kontradiktif dan memunculkan pertanyaan lebih lanjut.

Masyarakat berharap kasus ini ditangani secara profesional dan tuntas dan mendapatkan titik terang, keadilan dapat ditegakkan.Sejumlah pihak mendesak agar Kapolres Blora turun tangan memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, berharap penegakan hukum berjalan transparan, adil, dan tidak menimbulkan kesan adanya keberpihakan. [Red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Erupsi Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Bandung

5 September 2026 - 12:57 WIB

Niat Cari Kerja di Bandung, Pemuda Asal Tasikmalaya Malah Jadi Korban Kejahatan Jalanan

5 September 2026 - 12:56 WIB

Pagar DPRD Provinsi Bengkulu Jebol, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Berakhir Tegang

5 September 2026 - 08:26 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan RSUD Maria Walanda Maramis: Mantan Bupati Minahasa Utara VAP Kembali Jadi Tersangka

4 September 2026 - 11:37 WIB

Soroti RUU Perampasan Aset, Irwansyah, S.H.: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Terjerat, Koruptor Malah Melenggang!”

4 September 2026 - 08:33 WIB

Trending on Hukum