Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Hukum

Audit Menyoroti Pemanfaatan Lahan PSU Ilegal dan Minimnya Pengawasan di Kabupaten Bekasi

badge-check


					Audit Menyoroti Pemanfaatan Lahan PSU Ilegal dan Minimnya Pengawasan di Kabupaten Bekasi Perbesar

 


BEKASI –  Pemanfaatan Lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Kabupaten Bekasi menjadi sorotan utama menyusul temuan adanya penggunaan lahan tanpa prosedur resmi dan lemahnya pengawasan dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan).

Dalam hasil observasi fisik Bidang Barang Milik Daerah (BMD) bersama Bidang PSU, ditemukan lahan PSU di Perumahan Bekasi Regensi 1 yang seharusnya diperuntukkan sebagai fasilitas umum, justru ditempati bangunan Gardu Listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ketua Tim Perencanaan PSU pada Bidang PSU menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum ada permohonan atau izin pembangunan Gardu Listrik tersebut dari pihak PLN maupun pengembang perumahan. Selain itu, belum ada perjanjian sewa lahan yang mengatur penggunaan aset daerah tersebut.

Ironisnya, Bidang PSU Dinas Perkimtan mengakui belum melakukan pemantauan atau monitoring secara berkala terhadap kesesuaian peruntukan lahan-lahan PSU. Peninjauan lapangan baru akan dilakukan setelah adanya pengajuan permohonan penggunaan lahan dari masyarakat.

Prosedur permohonan penggunaan lahan PSU sendiri telah diatur, diawali dengan pengajuan proposal ke Dinas Perkimtan, diikuti verifikasi, pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait (Dinas CKTR, Bidang Perumahan, Bagian Aset, Bapeda, Bagian Kerja Sama, Bagian Hukum, Satpol PP, Camat, dan Kades setempat), survei lapangan, hingga pengusulan draf SK penetapan Bupati dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Lebih lanjut, temuan lain yang mengkhawatirkan adalah adanya realisasi Belanja Barang untuk Diserahkan ke Masyarakat pada aset PSU yang belum diserahterimakan senilai Rp93.119.161.309,01. Anggaran Belanja Barang TA 2023 sebesar Rp310.850.387.810,00 telah terealisasi Rp107.411.654.734,00. Sebagian besar dari realisasi tersebut, yaitu Rp93.119.161.309,01, digunakan untuk pembangunan atau peningkatan drainase dan jalan lingkungan oleh Dinas Perkimtan serta pembangunan sarana olahraga oleh Disbudpora, pada PSU yang belum secara resmi diserahterimakan dari pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai legalitas dan akuntabilitas penggunaan dana serta aset daerah.

Tim Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banjir Terjang Pandan dan Tukka Tapanuli Tengah, Warga Huta Nabolon Terpaksa Mengungsi

28 September 2026 - 16:23 WIB

Aroma Korupsi Lahan Sekolah Cipondoh: LSM KITA -PD Laporkan Indikasi Kerugian Negara Rp 10,4 Miliar

28 September 2026 - 15:03 WIB

Gunung Marapi Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Bukittinggi dan Agam Diguyur Hujan Abu Vulkanik

28 September 2026 - 08:27 WIB

Pengusutan Kasus Diskominfo Lampung Selatan: Kejaksaan Belum Tetapkan Tersangka

28 September 2026 - 08:21 WIB

Saling Serobot, Antrean BBM di Semitau Kapuas Memanas hingga Nyaris Kericuhan

26 September 2026 - 13:39 WIB

Trending on Daerah