Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Hukum

Chaos di Pati: Kantor Satpol PP Digeruduk Massa, Donasi Disita dan Diambil Paksa

badge-check


					Chaos di Pati: Kantor Satpol PP Digeruduk Massa, Donasi Disita dan Diambil Paksa Perbesar

PATI, Jawa Tengah – Sebuah peristiwa dramatis mengguncang Pati pada Selasa, 5 Agustus 2025, ketika ratusan warga yang marah mengepung Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka menuntut pengembalian paksa donasi air mineral yang sebelumnya disita petugas dari posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di alun-alun.

Aksi ini berujung pada kericuhan dan pengambilan barang secara paksa oleh massa. Awal mula ketegangan terjadi saat petugas Satpol PP tiba-tiba menyita tiga perempat dari total donasi yang terkumpul. Aksi ini langsung memicu perlawanan dari para relawan AMPB.

Namun, karena kalah jumlah, mereka tidak berdaya menyaksikan ratusan dus air mineral diangkut ke kantor Satpol PP. Massa yang tak terima dengan perampasan ini segera membanjiri jalan menuju kantor Satpol PP, membuat lalu lintas di sekitar area tersebut lumpuh total.

Kuasa hukum AMPB, Serra Gulo, dengan tegas menuduh tindakan Satpol PP sebagai pencurian. “Ini bukan penertiban, ini pencurian!” serunya, sambil menunjukkan bukti izin pendirian posko donasi yang berlaku hingga 12 Agustus.

Sempat terjadi negosiasi yang alot dan adu mulut sengit, hingga akhirnya Satpol PP setuju untuk mengembalikan barang. Namun, saat proses pengangkutan baru separuh jalan, Plt Sekda Riyoso muncul dan tiba-tiba menghentikan pengembalian tersebut.

Dengan dalih mengganggu ketertiban umum, ia menawarkan solusi agar donasi diambil tetapi tidak dikembalikan ke posko semula.
Keputusan sepihak ini membuat massa semakin murka. Riyoso berusaha meredakan situasi, namun AMPB tetap bersikukuh untuk mengembalikan barang ke titik awal mereka.

Ketegangan memuncak di halaman kantor Satpol PP, di mana teriakan dan makian bersahutan. Pada puncaknya sekitar pukul 14.00 WIB, massa yang sudah kehilangan kesabaran merangsek masuk ke halaman. Tanpa memedulikan petugas, mereka secara paksa mengangkut kembali semua donasi yang tersisa ke posko semula.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata ketegangan antara aparat dan masyarakat yang berujung pada kekacauan dan tindakan main hakim sendiri. (PRIMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banjir Terjang Pandan dan Tukka Tapanuli Tengah, Warga Huta Nabolon Terpaksa Mengungsi

28 September 2026 - 16:23 WIB

Aroma Korupsi Lahan Sekolah Cipondoh: LSM KITA -PD Laporkan Indikasi Kerugian Negara Rp 10,4 Miliar

28 September 2026 - 15:03 WIB

Gunung Marapi Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Bukittinggi dan Agam Diguyur Hujan Abu Vulkanik

28 September 2026 - 08:27 WIB

Pengusutan Kasus Diskominfo Lampung Selatan: Kejaksaan Belum Tetapkan Tersangka

28 September 2026 - 08:21 WIB

Saling Serobot, Antrean BBM di Semitau Kapuas Memanas hingga Nyaris Kericuhan

26 September 2026 - 13:39 WIB

Trending on Daerah