
INDRAMAYU — Kasus kematian tragis Apriani alias Puput (24) di sebuah kosan di Desa Singajaya, Indramayu, telah memicu permohonan keadilan yang mendalam dari pihak keluarga. Karja, ayah dari almarhumah, secara langsung meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan oknum anggota Polri.

Pada Minggu, 10 Agustus 2025, Puput ditemukan tak bernyawa di kosannya di Blok Karang Baru, Ceblok, Desa Singajaya. Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan masyarakat. Atas nama keluarga, Karja berharap agar proses hukum yang kini ditangani oleh Polres Indramayu dapat berjalan cepat, transparan, dan tanpa hambatan dari pihak mana pun.
Permintaan tersebut muncul di tengah spekulasi yang beredar luas di media sosial, terutama Facebook, di mana kasus ini menjadi viral dan menarik perhatian publik. Keluarga, yang didampingi oleh perangkat Desa Rambatan Wetan, termasuk Lurah Udi dan paman korban, Tamsim, juga meminta dukungan dari media untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku berhasil ditangkap dan diadili.
“Kami memohon agar keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Kami tidak ingin ada pihak yang menghalangi penyelidikan ini. Kami percaya, Bapak Presiden dan jajaran Polri akan membantu kami mengungkap kebenaran di balik kematian putri kami,” ujar Karja penuh harap, (12/08/2025).(Red)














