JAWA TIMUR – Polemik kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik ke perumahan The OXO memasuki babak baru yang makin panas. Setelah Gerakan Penolak Lupa (GEPAL) mengancam aksi demo, kini giliran Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Gresik yang menuntut transparansi. Mereka secara resmi mengajukan permohonan audiensi, mendesak DPRD untuk mengakhiri teka-teki di balik sidak yang disinyalir sarat kepentingan tersembunyi.

Di bawah komando Gus Aulia, LPK-RI Gresik tak mau tinggal diam. Dalam permohonan resminya, mereka menuntut klarifikasi terbuka dan gelar perkara yang bisa diakses publik. “Kami menuntut agar DPRD Gresik segera membuka secara transparan kepada publik terkait kunjungan sidak ke The OXO. Jangan ada alasan guyonan,” tegas Gus Aulia. Pernyataan ini jelas menyindir respons DPRD yang dianggap remeh.
Keseriusan LPK-RI ini datang di tengah sikap tegas pihak The OXO yang terus menolak klarifikasi DPRD. Melalui kuasa hukumnya, Deby Puspita Sari, The OXO berpegang teguh pada pernyataan resmi mereka, seolah tak percaya pada penjelasan yang telah disampaikan oleh salah satu wakil ketua Komisi III DPRD.
Permintaan audiensi LPK-RI menjadi pukulan telak bagi kredibilitas DPRD. Mereka menuntut agar lembaga legislatif ini menjaga marwahnya dan membuktikan diri berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan malah menambah keresahan. Langkah LPK-RI ini secara terang-terangan menunjukkan bahwa publik tidak akan lagi menerima jawaban normatif dan meminta pertanggungjawaban yang sesungguhnya.
Kini, bola panas ada di tangan DPRD Gresik. Apakah mereka akan berani menghadapi tantangan publik ini dengan membuka semua fakta, atau justru memilih bungkam dan semakin memperkuat dugaan adanya permainan di balik layar? (PRIMA)














