Keterangan: Foto Adalah Ilustrasi
JAKARTA – Tepat pada 31 Agustus 2025 dini hari, terjadi insiden penjarahan sejumlah rumah pejabat di Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan.

Insiden ini berlangsung sekitar pukul 01.40 WIB.
Video amatir yang beredar menunjukkan massa membawa berbagai barang dari rumah tersebut, seperti kursi, guci, lukisan, dan perhiasan. Mereka terlihat dengan mudah mengangkut barang-barang ini, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor.
Pukul 03.00 WIB, rekaman lain menunjukkan kehadiran sejumlah personel tentara berseragam di lokasi. Aparat gabungan dari Polri dan TNI segera disiagakan untuk menjaga situasi agar tetap stabil dan mencegah eskalasi.
Pemicu Penjarahan dan Dampaknya
Gelombang penjarahan ini diduga dipicu oleh demonstrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai kota di Indonesia. Ada dua hal utama yang memicu kemarahan publik:
Kenaikan Tunjangan DPR: Keputusan untuk menaikkan tunjangan anggota DPR menjadi Rp50 juta per bulan menuai kecaman luas dari masyarakat.
Kematian Pengemudi Ojek Online: Kematian seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan saat demo juga menjadi salah satu pemicu utama.
Akibat dari insiden ini, Sri Mulyani menunda konferensi pers terkait APBN yang sedianya akan digelar pada akhir Agustus.
Daftar Rumah Pejabat Lain yang Dijarah.
Selain rumah Sri Mulyani, beberapa rumah pejabat lain juga menjadi sasaran massa:
Rumah Uya Kuya: Rumah presenter sekaligus anggota DPR RI ini dijarah setelah ia menjadi sorotan publik.
Rumah Eko Patrio: Anggota DPR RI ini menjadi korban penjarahan di rumahnya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, menyusul aksinya yang dianggap tidak pantas dalam Sidang Tahunan MPR.
Rumah Ahmad Sahroni: Rumah politikus Partai NasDem ini dijarah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah pernyataannya yang kontroversial terkait penangkapan pedemo anarkis di bawah umur.
Hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai jumlah kerugian atau barang-barang yang hilang. Pihak berwenang terus memantau situasi untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali. [Red]














