MEDAN, SUMUT – Dunia jurnalistik di Kota Medan kembali berduka. Nico Saragih (38), seorang wartawan media online, ditemukan tewas dengan luka-luka yang mencurigakan di kamar kosnya di Jalan PWS, Medan Petisah, pada Jumat, 5 September 2025.
Peristiwa tragis ini memicu kecaman dan tuntutan dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Wartawan (LBHK-Wartawan) Cabang Deli Serdang.

Sekretaris LBHK-Wartawan Cabang Deli Serdang, Nanda Afriyansyah, menyatakan bahwa kematian Nico Saragih bukan sekadar kejahatan biasa, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.
Kronologi dan Temuan Awal
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Nico ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dengan luka di kepala, dagu, dan tangan. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Advent Medan, nyawanya tidak tertolong.
Saksi-saksi di lokasi kejadian melaporkan adanya luka-luka mencurigakan pada tubuh korban, termasuk bekas cakaran di wajah dan luka di bagian belakang kepala. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan atau pembunuhan.
Tuntutan dari LBHK-Wartawan
Nanda Afriyansyah mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Ia menekankan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan serius, mengingat perlindungan terhadap jurnalis dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Kematian Nico dianggap sebagai “preseden terburuk” yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan jurnalis jika tidak segera diusut.
“Kematian Nico Saragih adalah alarm keras. Negara harus hadir untuk melindungi jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya,” tegas Nanda.
Penyelidikan Kepolisian
Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu PM Tambunan, membenarkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Meskipun demikian, belum ada keterangan resmi lebih lanjut yang dirilis oleh pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian Nico Saragih.
Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara. Publik dan komunitas pers kini menantikan langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Nico Saragih.














