Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Nasional

KSP Dorong Kepastian Hukum Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang (LTJ)

badge-check


					KSP Dorong Kepastian Hukum Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang (LTJ) Perbesar

JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, memimpin Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang (LTJ) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7/26).

Rapat koordinasi lintas sektor ini dihadiri oleh perwakilan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, BUMN, serta para pelaku usaha sektor pertambangan dan energi. Mendorong pedoman jelas untuk kepastian berusaha.

Fokus utama dalam rapat koordinasi ini adalah penyusunan pedoman teknis yang memberikan kepastian hukum dan regulasi bagi para pelaku usaha, khususnya terkait keberadaan kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang sering kali merupakan mineral ikutan dari komoditas tambang lainnya.

“Langkah ini dilakukan agar kegiatan ekspor tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, tidak terhambat oleh kekosongan aturan maupun tumpang tindih regulasi, sekaligus memastikan kepentingan negara tetap terjaga secara optimal.” tutur Kepala Staf Kepresidenan.

Hasil koordinasi KSP, menyusun kerangka dan pedoman yang jelas terkait tata kelola serta status ekspor kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. Mengeliminasi tumpang tindih kebijakan antar-kementerian/lembaga yang berpotensi menghambat aktivitas usaha dan investasi.

Penguatan sinergi lintas sektor dengan melibatkan kementerian teknis, aparat penegak hukum, hingga BUMN untuk memastikan pengawasan dan implementasi berjalan selaras.

Memastikan potensi nilai tambah ekonomi dari mineral kritis Logam Tanah Jarang memberikan manfaat maksimal bagi kedaulatan ekonomi nasional. Sebagai delivery unit Presiden, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) berkomitmen memperkuat koordinasi antarinstansi guna mengurai berbagai hambatan (debottlenecking) dalam implementasi kebijakan di lapangan.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat mendukung tercapainya program prioritas nasional, menciptakan iklim investasi dan kepastian berusaha yang kondusif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Bappisus dan Menteri Imipas Lakukan Sidak

25 September 2026 - 15:10 WIB

Hakim MK Saldi Isra Cecar KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran, Pertanyakan Prosedur Lapangan

24 September 2026 - 07:33 WIB

Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai ke Istana di Tengah Penataan Penerimaan Negara

22 September 2026 - 17:47 WIB

Gugatan Perselisihan Hasil Pemilu 2024 Kembali Mencuat di Mahkamah Konstitusi

22 September 2026 - 12:29 WIB

Pemerintah Resmi Nyatakan Utang Surat Berharga BLBI Lunas per Agustus 2026

21 September 2026 - 16:28 WIB

Trending on Nasional