Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

News

MA Larang Jaksa Ajukan Banding dan Kasasi Perkara Vonis Bebas: SEMA No. 4/2026 Pulihkan Kepastian Hukum dan Hak Terdakwa

badge-check


					MA Larang Jaksa Ajukan Banding dan Kasasi Perkara Vonis Bebas: SEMA No. 4/2026 Pulihkan Kepastian Hukum dan Hak Terdakwa Perbesar

JAKARTA — Mahkamah Agung (MA) resmi menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 pada Rabu (19/8/2026). Kebijakan mutakhir ini secara tegas melarang Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya hukum banding maupun kasasi terhadap perkara pidana yang telah diputus bebas (vrijspraak) oleh majelis hakim.

Langkah strategis benteng peradilan tertinggi ini diambil untuk menegaskan kembali asas kepastian hukum serta mengembalikan hak kemerdekaan terdakwa secara utuh tanpa bayang-bayang proses hukum yang berlarut-larut.

Melalui aturan anyar ini, MA secara resmi mencabut SEMA Nomor 8 Tahun 2011. Dalam substansi SEMA No. 4/2026, MA memperjelas kedudukan hukum putusan bebas bahwa ketika dakwaan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan di muka sidang, maka tidak ada lagi celah upaya hukum lanjutan bagi jaksa.

Poin-Poin Kunci SEMA Nomor 4 Tahun 2026:
Pencabutan Aturan Lama: Mencabut SEMA Nomor 8 Tahun 2011 dan menutup pintu bagi JPU untuk mengajukan banding atau kasasi atas vonis bebas.

Pemulihan hak terdakwa, memulihkan hak kemerdekaan, harkat, dan martabat terdakwa seketika setelah dakwaan dinyatakan tidak terbukti. Putusan Lepas (Ontslag): Terdakwa yang dijatuhi putusan lepas dari segala tuntutan hukum wajib langsung dikeluarkan dari tahanan pada hari yang sama saat putusan dibacakan di persidangan.

Penguatan KUHAP: Mengembalikan spirit Pasal 244 KUHAP yang menegaskan bahwa terhadap putusan bebas tidak dapat dimohonkan kasasi, sekaligus mengakhiri praktik peradilan yang berbelit-belit.

Penerbitan SEMA No. 4/2026 ini menjadi angin segar bagi penegakan hukum acara pidana nasional. Kebijakan ini menuntut Jaksa Penuntut Umum untuk bekerja lebih cermat, terukur, dan solid sejak tahap pembuktian serta penyusunan surat dakwaan, sehingga tidak ada lagi pihak yang tersandera oleh proses hukum yang tidak pasti. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 7 Kali dalam Semalam, PVMBG Imbau Waspada

10 October 2026 - 10:50 WIB

Lapas Kelas IIB Merauke Diduga Dibakar Napi Usai Razia, Polisi Turun Tangan

9 October 2026 - 15:47 WIB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Dugaan Korupsi HGB Summarecon Bogor

7 October 2026 - 20:30 WIB

KPK Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Sertifikasi Tanah di Bogor

7 October 2026 - 17:37 WIB

Penyalahgunaan Wewenang, Oknum Kajari di Sultra Diamankan dan Diboyong ke Kejagung

6 October 2026 - 12:43 WIB

Trending on News