MIMIKA, PAPUA — Aksi keji dan tidak manusiawi kembali dilancarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8/2026). Dalam aksi teror terbaru ini, kelompok bersenjata menyerang warga sipil, menembak mati seorang ibu, melempar anaknya ke jurang, serta menyandera sembilan perempuan yang mayoritas masih di bawah umur.
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, mengonfirmasi insiden berdarah tersebut. Peristiwa bermula ketika sekitar 15 anggota KKB berupaya memaksa 11 orang perempuan untuk diseret masuk ke dalam hutan.

Dua di antara korban berusaha melakukan perlawanan sengit hingga memicu tindakan brutal dari pelaku. Neregingget Magai (48) tewas di tempat usai ditembak senjata api, sementara anaknya, IA, dilempar ke dalam jurang hingga mengalami patah tulang kaki. Sementara itu, sembilan korban perempuan lainnya tak berdaya dan berhasil dibawa kabur oleh KKB ke pedalaman hutan.
Daftar korban penyanderaan KKB. Berdasarkan data awal, sembilan korban yang disandera mencakup anak-anak sekolah dasar, remaja, hingga ibu hamil:
NW (17, kondisi hamil muda), AM (Murid kelas VI SD), NA (Murid kelas IV SD), OM (Murid kelas III SD), YS (18), MN (15), WK (18), IO (18) dan MN (13).
Pengejaran jalur udara dan keterkaitan penyerangan Freeport. Aparat kepolisian dari Polres Mimika bergerak cepat merespons laporan tersebut. Mengingat akses menuju Distrik Jila terisolasi dan hanya bisa ditempuh melalui jalur udara, satu regu personel Batalyon B Brimob Mimika langsung diterjunkan menggunakan helikopter untuk penebalan pengamanan sekaligus melakukan pengejaran dan operasi penyelamatan para sandera.
Kepolisian menduga kuat bahwa 15 anggota KKB yang melakukan aksi keji ini merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia pada 17 Agustus 2026 lalu, yang telah mengakibatkan seorang prajurit TNI gugur.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri terus memperketat penyisiran di areal hutan Distrik Jila guna membebaskan seluruh korban sandera dan melumpuhkan kelompok teror tersebut. (*)














