ZAMBOYE — Bencana kemanusiaan hebat menghantam kawasan tambang emas tradisional di Desa Zamboye, Republik Afrika Tengah (CAR), pada Selasa (19/8/2026) sore. Runtuhnya sejumlah terowongan bawah tanah akibat longsor menerjang ratusan penambang yang tengah beraktivitas di dalam lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat telah berhasil mengidentifikasi dan mengevakuasi lebih dari 100 jenazah dari balik reruntuhan material tambang. Angka tersebut diperkirakan masih terus bertambah mengingat belum diketahuinya secara pasti jumlah pekerja yang terjebak di dalam lorong-lorong tambang bawah tanah.

Peristiwa naas ini bermula saat para penambang lokal menjalankan aktivitas penggalian secara tradisional di situs tambang skala kecil tersebut. Lokasi tambang berjarak beberapa kilometer dari Kota Baboua, sebuah kawasan strategis yang berada dekat dengan perbatasan Kamerun.
Sistem penggalian yang minim standar keselamatan kerja serta struktur tanah yang labil mendadak ambrol dan menutup jalur evakuasi utama. Runtuhan tanah seketika mengubur para penambang yang sedang beroperasi di kedalaman terowongan.
Korban tewas dan terdampak diyakini berasal dari warga lokal Republik Afrika Tengah serta pekerja migran dari negara tetangga, Kamerun. Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya tiga warga negara Kamerun telah teridentifikasi di antara ratusan korban jiwa yang ditemukan.
Proses pencarian dan evakuasi hingga kini masih berlangsung di tengah keterbatasan alat berat dan medan yang berbahaya. Kasus ini kembali menyoroti rapuhnya regulasi serta standar keselamatan pada sektor pertambangan rakyat di kawasan Afrika Tengah, yang kerap mengorbankan jiwa rakyat kecil demi memburu rezeki di celah-celah bumi. (*)














