JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluruskan isu liar yang beredar mengenai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat. KPK menegaskan bahwa tidak ada operasi tangkap tangan yang digelar di wilayah Bogor pada Kamis (20/8/2026).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi yang terlanjur menghebohkan publik. “Terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar,” tegas Budi saat memberikan keterangan, Kamis (20/8/2026).

Meski membantah adanya OTT, KPK tidak menampik keberadaan timnya di wilayah Bogor. Budi menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan merupakan bagian dari serangkaian kegiatan pemeriksaan awal guna menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat.
Dalam proses tersebut, sebanyak tujuh orang telah diboyong ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sejak Rabu (19/8/2026) malam. Kehadiran ketujuh orang tersebut murni untuk dimintai keterangan dan klarifikasi, bukan hasil dari tindakan tangkap tangan di tempat kejadian.
“Ini kegiatan permintaan keterangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Keberadaan mereka di kantor KPK bukan karena tertangkap dalam sebuah OTT di Bogor,” jelas Budi.
Proses pendalaman masih berlangsung. Saat ini, penyidik lembaga antirasuah masih terus melakukan pendalaman materi atas informasi dan bukti awal yang diterima dari laporan warga. KPK belum dapat memberikan rincian konstruksi perkara maupun identitas para pihak yang diperiksa karena seluruh proses penyelidikan awal masih berjalan secara tertutup.
Lembaga antirasuah menjanjikan akan membuka detail perkembangan kasus ini secara transparan kepada publik setelah seluruh tahapan klarifikasi dan pendalaman tuntas dilakukan. Dengan penjelasan ini, isu penangkapan dramatis pejabat Pemkab Bogor melalui OTT resmi dibantah, meskipun proses hukum terkait laporan masyarakat yang menyeret tujuh orang tersebut dipastikan tetap berlanjut di Gedung Merah Putih. (*)














