JAKARTA — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh perbincangan hangat publik terkait video viral yang memperlihatkan bagian depan gedung Wisma Mandiri di Jakarta. Dalam rekaman tersebut, logo ikonik Bank Mandiri yang biasanya terpasang megah kini tampak tidak lagi terlihat.
Sontak, fenomena hilangnya logo tersebut menjadi sorotan tajam publik karena terjadi bersamaan dengan memanasnya polemik pembekuan rekening milik Koordinator Aliansi

Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB), Supriyono alias Botok. Rekening yang disebut-sebut berisi dana sekitar Rp80,9 juta itu diduga kuat berkaitan dengan persiapan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Pihak Bank Mandiri mengonfirmasi bahwa penangguhan transaksi atau pembekuan rekening tersebut dilakukan atas dasar permintaan resmi dari aparat penegak hukum. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengaitkan secara langsung antara hilangnya logo di Wisma Mandiri dengan polemik pembekuan rekening AMPB tersebut.
Ketiadaan penjelasan yang gamblang justru memicu beragam spekulasi dan liar tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Fenomena Gedung Wisma Mandiri: Logo Bank Mandiri di fasad gedung tampak hilang/dilepas, memicu pertanyaan publik.
Rekening Supriyono (Botok) senilai Rp80,9 juta dibekukan menjelang aksi 27 Agustus 2026. Bank Mandiri menegaskan tindakan penangguhan transaksi dilakukan murni atas instruksi aparat penegak hukum.
Belum ada konfirmasi keterkaitan antar kedua peristiwa, namun spekulasi terus berkembang pesat di ruang publik. Perkembangan terkait motif pelepasan logo gedung serta kepastian hukum terkait pembekuan dana aksi tersebut masih terus ditunggu oleh publik. (*)














