Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Jawa Barat

LBH Bongkar Sentil Gubernur Jabar: Mana Pembinaan Soal Korupsi Jabatan di Bogor?

badge-check


					LBH Bongkar Sentil Gubernur Jabar: Mana Pembinaan Soal Korupsi Jabatan di Bogor? Perbesar

BOGOR, Jawa Barat — Penanganan kasus dugaan praktik jual beli jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang telah naik ke tahap penyidikan sejak akhir Juni 2026 lalu hingga kini belum menunjukkan penataan birokrasi yang komprehensif dari pemerintah daerah.

Memasuki akhir Juli 2026, lambannya respons politik dan penataan tata kelola pemerintahan mendapat sorotan tajam dan kritik keras dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bongkar Irwansyah, S.H., secara tegas mempertanyakan komitmen kepemimpinan Gubernur Jawa Barat dalam mengawasi birokrasi di wilayahnya.

Menurutnya, diamnya pimpinan tertinggi di Jawa Barat atas skandal yang merusak sistem meritokrasi ini menimbulkan pertanda buruk bagi penegakan hukum dan kebersihan birokrasi. “Apakah Gubernur Jawa Barat tinggal diam? Kasus ini bukan sekadar pelanggaran etika internal biasa, ini adalah dugaan tindak pidana korupsi yang terstruktur, sistematis, dan merusak moral ASN di Kabupaten Bogor,” kata Irwansyah dengan tegas, (28/7/26).

Polres Bogor dan Polda Jabar sudah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan sejak 27 Juni 2026 dengan membidik Pasal 12B dan Pasal 12E UU Tipikor terkait gratifikasi dan pemerasan dalam jabatan. “Namun pertanyaannya, hingga akhir Juli 2026 ini, mengapa Pemprov Jabar dan Gubernur seolah tinggal diam tanpa tindakan pembinaan atau evaluasi tegas?” ungkap Irwansyah, S.H., kepada awak media.

Irwansyah menyoroti bahwa dugaan jual beli jabatan yang menyasar dinas-dinas vital seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda Kabupaten Bogor telah mengosongkan nilai kepatutan dan transparansi. Meskipun Inspektorat Kabupaten Bogor dan BKPSDM telah menjatuhkan sanksi administratif kepada oknum yang terlibat, LBH Bongkar menilai langkah tersebut hanya menyentuh permukaan.

Desak transparansi dan penetapan tersangka kunci. LBH Bongkar mendesak agar aparat penegak hukum (APH) tidak ragu untuk segera menetapkan tersangka utama yang menjadi aktor sentral dalam transaksi haram tersebut. Publik menantikan kepastian hukum atas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang telah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Bogor.

“Jangan sampai penanganan perkara ini ‘masuk angin’ atau hanya mengorbankan ASN tingkat bawah, sementara aktor intelektual atau pejabat tinggi yang memetik keuntungan dari bisnis jual beli jabatan ini justru melenggang bebas,” ujar Irwansyah. Lebih jauh, Ia menekankan bahwa Gubernur Jawa Barat sebagai wakil pemerintah pusat di daerah memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan yang jelas sesuai undang-undang.

“Masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kabupaten Bogor, butuh tindakan nyata dan komitmen ketat dari Gubernur, bukan sekadar imbauan normatif. Jika Gubernur diam saja melihat bobroknya tata kelola birokrasi seperti ini, publik wajar bertanya-tanya: ada apa di balik sikap bungkam tersebut? Kami dari LBH Bongkar akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pihak yang terlibat diseret ke meja hijau demi mengembalikan kepercayaan publik,” pungkasnya tajam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Syukuran Nyeleneh di Depan BPN Bogor: Nyembelih Kambing dan Nyate Bersama Usai KPK Usut Dugaan Suap HGB

22 September 2026 - 12:39 WIB

KPK Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor I, Sita Koper Berisi Dokumen HGB Summarecon

19 September 2026 - 08:11 WIB

Gempa M 4,2 Guncang Kabupaten Bandung, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

7 September 2026 - 08:28 WIB

Skandal Dugaan Korupsi PT BAS Karawang: Kejari Tetapkan 4 Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 237 Miliar!

5 September 2026 - 08:28 WIB

LHKPN Melonjak Hampir 10 Kali Lipat, Kepala BKPSDM Bogor Yunita Mustika Putri Dibidik KPK

2 September 2026 - 20:28 WIB

Trending on Jawa Barat