TANGERANG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melonjak memicu gangguan besar pada sektor penerbangan nasional. Otoritas penerbangan memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) hingga Senin (7/9) pukul 08.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik.
Pernyataan resmi dari pengelola bandara melalui akun media sosial @soekarnohattaairport menegaskan bahwa langkah penghentian sementara operasional ini diambil merespons dinamika erupsi yang berpotensi membahayakan mesin pesawat dan jarak pandang jalur penerbangan.

Tidak hanya Soekarno-Hatta, Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama mencatat terdapat enam bandara lain yang turut menghentikan operasional penerbangan sementara hingga jadwal yang sama, antara lain:
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
Bandara Radin Inten II (Lampung)
Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Bandara Budiarto (Tangerang)
Bandara Pondok Cabe (Tangerang)
Langkah antisipatif ini berdampak langsung pada penundaan (delay) dan pembatalan sejumlah jadwal penerbangan domestik maupun internasional.
Calon penumpang diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi dari pihak maskapai terkait status keberangkatan serta opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule). (*)














